Investor Asing Fokus pada Perkembangan MSCI

BRIEF.ID – Pandangan investor asing  kini masih terfokus pada perkembangan penerapan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di Bursa Efek Indnesia (BEI) seiring maraknya aksi jual.

Sentimen penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut. Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 8.500, pivot 8.250, dan support 8.000. Saham-saham yang diunggulkan adalah MBMA, MEDC, AKRA, INDY, dan MDKA.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250/8.000. Waspadai jika IHSG menembus level psikologis 8.000, berpotensi dapat menguji level 7.850. Jika tekanan jual mereda, investor dapat mencermati saham komoditas seiring  kenaikan harga komoditas,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Kamis (29/1/2026).

IHSG ditutup melemah signifikan di level 8.320,56  atau turun  7,35%  pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Tekanan jual terjadi setelah pengumuman MSCI, yang memutuskan membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia.

MSCI juga  membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review bulan Februari 2026. Bahkan, perdagangan sempat mengalami trading halt selama 30 menit karena IHSG sempat melemah 8% dalam perdagangan sesi 2. Net foreign sell di pasar reguler tercatat sebesar Rp 6,12 triliun pada perdagangan Rabu (28/1/2026).

“Investor masih terfokus pada perkembangan isu terkait MSCI, pasalnya jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan yang signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang dapat berpotensi pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets menjadi Frontier Market,” dikutip dari hasil riset.

Hal ini memicu aksi sell-off  investor, khususnya investor asing.  Jika hal ini terjadi, berpotensi dana investor asing yang keluar akan lebih banyak yang dapat menekan IHSG dan rupiah. Selain itu, juga dapat berdampak pada likuiditas pasar yang menurun, persepsi risiko negara memburuk serta biaya pendanaan yang dihadapi oleh pemerintah dan korporasi akan lebih tinggi.

Otoritas bursa sudah menyampaikan pernyataannya merespon hal ini. Namun seberapa lama dan seberapa besar dampak kebijakan MSCI ini terhadap pasar modal Indonesia, akan tergantung pada bagaimana respon otoritas pasar modal untuk menindaklanjutinya dengan cepat. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Indonesia Daily Brief (January 29, 2026)

TOP NEWS The Indonesian stock market plunged more than 8%...

Harga Saham Ditutup Cenderung Stagnan di Bursa New York

BRIEF.ID – Indeks harga saham di bursa  Wall Street...

Mendagri Tito Beberkan Peran Krusial Integrasi Data Dukcapil & Digital ID

BRIEF.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian...

Kemendagri Fokus Kendalikan Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi

BRIEF.ID — Pemerintah kian memperketat sabuk pengawasan terhadap volatilitas...