Industri Perfilman Indonesia Semakin Maju, Kesadaran Milenial Harus Bangkit

Jakarta – Relawan Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokwo-Amin, Kita Satu mengajak anak-anak muda untuk nonton bareng (nobar) salah satu film layar lebar lokal ‘Foxtrot Six’ di Kelapa Gading, Jakarta Utara (4/3). Film yang disebut-sebut sebagai film Indonesia yang berkelas Hollywood tersebut merupakan film Indonesia pertama yang telah didukung dengan teknologi CGI (Computer Graphics Interface) secara penuh.

Dengan diadakannya nobar tersebut, puluhan relawan milenial Kita Satu mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial untuk sadar akan kemajuan industri kreatif Indonesia dan mendukung penuh karya anak bangsa.

“Nobar film Foxtrot Six yang dibuat oleh generasi muda kita ini perlu kita perkenalkan kepada anak muda agar bisa menjadi inspirasi. Untuk itu kita mengajak milenial untuk mengenal dan mendukung kemajuan perfilman lokal Indonesia dan karya anak bangsa sendiri,” ujar Wakil Ketua Koordinator Kita Satu, Aldy Perdana Putra.

Rob Clinton Kardinal, Koordinator Kita Satu DKI Jakarta, yang juga merupakan Caleg DPRD Dapil 3 Jakarta Utara dari Partai Golkar menambahkan, perkembangan industri film Indonesia selalu mengalami perkembangan yang kian pesat dan mengagumkan. Mulai dari kualitas cerita hingga visual yang berhasil membuat penonton kagum dan jumlah yang terus bertambah. Apalagi pemerintah mendukung penuh perkembangan perfilman di Indonesia.

“Di era pemerintahan Pak Jokowi beliau selalu mendukung industri-industri kreatif contoh nyatanya dengan di bentuknya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di mana ini menjadi wadah secara khusus yang mendukung kemajuan anak-anak muda Indonesia untuk lebih berinovatif dan kreatif,” ujarnya.

Sebagai informasi Film Foxtrot Six disutradai oleh Randy Rompis, sineas muda perfilman Indonesia, dan dibintangi artis papan atas Indonesia seperti Oka Antara, Mike Lewis, Julie Estelle, Rio Dewanto, Chicco Jerikho, dan Arifin Putra.

Film Foxtrot Six menceritakan tentang kondisi Indonesia di masa depan di tahun 2031, dimana perubahan iklim yang membuat ekonomi dunia terbalik. Sebagian besar penduduk Indonesia dilanda kelaparan besar. Namun ada elite partai tertentu dengan masanya dianggap membuat kekacauan yang memanfaatkan isu krisis pangan.

Saat itu, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya muncul untuk memperjuangkan negara Indonesia dari kemiskinan dan menghancurkan kebobrokan pemimpinnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Sempat Dirawat Insentif di RS Siloam

BRIEF.ID - Guruh Soekarnoputra, seniman sekaligus politisi Partai Demokrasi...

BEI Ubah Batas Harga Minimum Auto Rejection Jadi Rp1 per Saham, Tak Lagi Pakai Presentase

BRIEF.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mengubah ketentuan...

IHSG Terkoreksi 3,09% Sepanjang Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Kembangkan Bioenergi hingga Biohidrogen dan Biofuel

BRIEF.ID - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)...