BRIEF.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, saat ini Indonesia masuk dalam daftar eksportir baja nomor lima terbesar dunia.
Indonesia berada kini di peringkat kelima dalam volume ekspor baja global setelah Republik Rakyat Tiongkok, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Berdasarkan estimasi World Steel Association, produksi baja kasar (crude steel) Indonesia tahun 2025 diperkirakan sekitar 19 juta ton atau meningkat dibanding produksi 2024, yang sekitar 18,6 juta ton.
“Capaian ini tak lepas dari surplus neraca perdagangan besi dan baja yang konsisten dan signifikan,” kata Mendag dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Ia mengatakan, pada tahun 2025, neraca perdagangan besi dan baja Indonesia mencatatkan surplus menjadi US$ 18,44 miliar, yang didorong nilai ekspor mencapai US$ 27,97 miliar dan nilai impor sebesar US$9,53 miliar.
“Pada tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-17 sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia. Melalui upaya hilirisasi dan peningkatan kapasitas industri, Indonesia kini melompat jauh ke peringkat lima sebagai negara eksportir besi dan baja terbesar di dunia,” ujar Mendag. (nov)


