BRIEF.ID – Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC), Arsjad Rasjid, menyatakan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia mempunyai modal strategis yang kuat.
“Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, semakin diperkuat oleh keterlibatan global Presiden Prabowo Subianto yang proaktif dalam membangun hubungan lintas kawasan serta memperluas kemitraan melalui berbagai platform internasional,” kata Arsjad pada Indonesia Economic Summit (IES) 2026 bertema Turning Volatility into Velocity: Accelerating Inclusive Growth Through Reform di Jakarta, Senin (3/2/2026).
Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia itu menyatakan, posisi ini memberikan Indonesia fleksibilitas strategis dan kredibilitas yang kuat di tengah dunia yang kian terfragmentasi. Namun, lanjutnya, posisi itu bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh atau diterima begitu saja.
Sebab, dalam konteks itu, penting adanya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, serta eksekusi kebijakan yang konsisten untuk memastikan modal diplomatik dapat diterjemahkan menjadi manfaat ekonomi yang konkret.
“Pertumbuhan yang tangguh membutuhkan kebijakan dan modal, tetapi yang menentukan adalah penyelarasan visi, kepemimpinan, dan eksekusi yang konsisten,” jelas Arsjad.
Menurut dia, melalui tiga pilar IBC – certainty, capability, dan capital, pelaku mendapat kepastian regulasi, kapasitas institusi, dan akses pada modal berkualitas agar peluang investasi benar-benar terwujud menjadi
proyek nyata.
“Kehadiran mitra internasional hari ini, menunjukkan bahwa dunia siap bekerja lebih erat dengan Indonesia; sekarang bukan waktunya hanya berbicara, melainkan saatnya menunjukkan bukti,” ujar Arsjad. (nov)


