BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi menjadi mesin pertumbuhan baru sehingga diperlukan penguatan industri bernilai tambah, percepatan pembangunan infrastruktur, dan konektivitas regional–global agar investasi lebih cepat masuk dan proyek dapat dieksekusi.
“Diperlukan kerja sama lintas negara untuk memperkuat rantai nilai dan memastikan transformasi ekonomi berjalan lebih konsisten dan berdampak,” kata Airlangga pada pembukaan Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2024).
Airlangga mengungkapkan, di tengah ketegangan geopolitik global, Indonesia menempatkan diri sebagai middle power yang menjaga keseimbangan melalui diplomasi strategis, kemitraan ekonomi yang beragam, dan kepemimpinan ASEAN.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, memperkuat ketahanan ekonomi melalui investasi di energi terbarukan, manufaktur bernilai tambah, dan teknologi maju, mendorong transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Kondisi global saat ini ditentukan oleh kekuatan, bukan ideologi, sehingga menuntut keseimbangan dan kepemimpinan yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Disebutkan, Indonesia sebagai kekuatan menengah, menjaga netralitas sambil memperkuat ekonomi melalui diplomasi, perdagangan, dan kerja sama regional. Ketahanan ekonomi harus menghasilkan peningkatan kesejahteraan nyata, dengan fokus pada jasa, manufaktur bernilai tambah, energi terbarukan, dan teknologi maju.
“Kolaborasi regional, terutama dalam semikonduktor generasi berikutnya, sangat penting untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan sistem multilateral yang stabil,’ ujar Airlangga.
Forum ekonomi tahunan ini mempertemukan para pemimpin pemerintahan, dunia usaha, investor global, akademisi, serta organisasi internasional dari 53 negara untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global.
Mengusung tema “Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity,” IES 2026 dirancang sebagai ruang dialog strategis sekaligus platform kolaborasi yang menjembatani arah kebijakan, kepentingan dunia usaha, dan peluang investasi.
Forum ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai jangkar stabilitas ekonomi kawasan serta mitra penting dalam rantai nilai global, di tengah ketidakpastian ekonomi global, fragmentasi geopolitik, dan tekanan transformasi struktural. (nov)


