BRIEF.ID – Indeks di Wall Street terjungkal pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026). Saham-saham teknologi mengalami koreksi di tengah rotasi keluar dari sektor teknologi, yang berbobot besar karena beberapa laporan keuangan emiten mengecewakan.
Aksi jual obligasi juga membebani ekuitas, meskipun harga emas dan perak rebound setelah mengalami penurunan signifikan. Pelemahan indeks bertambah setelah diberitakan bahwa AS telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk angkatan laut AS.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS meningkat karena adanya tekanan jual pada obligasi setelah data manufaktur AS yang lebih kuat pada Senin (2/2/2026).
Di sisi lain, harga emas dan perak menguat setelah mengalami penurunan tajam. Korelasi negatif antara obligasi dan harga emas diperkirakan masih akan berlanjut dengan fluktuatif selama beberapa pekan mendatang.
Hal ini karena investor sedang mencari arah bagaimana kondisi tiga bulan mendatang sebelum Kevin Warsh mengambil alih jabatan Ketua The Fed dari Jerome Powell pada pertengahan Mei 2026, sehingga ada potensi pergerakan saham akan berada dalam kondisi cenderung stagnan sampai hal itu terjadi.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 1 bps ke level 4,265%. Harga emas menguat 5,6% ke level US$ 4,930 per troy ons di pasar spot, Selasa (3/2/2026).
Harga minyak naik, setelah AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk AS dan kapal-kapal bersenjata mendekati kapal berbendera AS di Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran bahwa pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan AS-Iran dapat terganggu. (nov)


