BRIEF.ID – Indek Wall Street di New York, Amerika Serikat (AS) rontok pada penutupan perdagangan Kamis (20/11/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (21/11/2025) WIB.
Reli besar yang dipicu laporan kinerja Nvidia lenyap hanya dalam hitungan jam. Pelemahan terjadi setelah investor mulai meragukan kejelasan pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS, The Federal Reserve pada pertemuan 9-10 Desember 2025.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun tajam 386,51 poin atau terpangkas 0,84% dan ditutup di 45.752,26. Indeks S&P 500 (SPX) juga melemah 103,40 poin atau turun 1,56% dan berakhir di level 6.538,76.
Laporan Phintraco Sekuritas yang dirilis Jumat (21/11/2025) menyebutkan bahwa pelemahan indeks dipicu oleh memudarnya rally saham Nvidia di tengah kekhawatiran baru bahwa valuasi saham AI sudah terlalu tinggi, disaat memudarnya harapan untuk pemangkasan suku bunga Desember.
Kekhawatiran atas valuasi yang sudah terlalu mahal dan potensi adanya bubble pada saham AI kembali menjadi sentimen negatif.
Sementara itu, data nonfarm payrolls menunjukkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 119 ribu orang pada September 2025, di atas perkiraan 50 ribu, namun untuk data Agustus 2025 direvisi menjadi turun 4 ribu dari sebelumnya naik 22 ribu (20/11). Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 4,3%, serta merupakan level tertinggi dalam 4 tahun terakhir.
Data tersebut menunjukkan pelemahan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS. Namun diperkirakan tidak cukup kuat untuk mendorong the Fed menurunkan suku bunga di Desember, karena beberapa pejabat the Fed lebih khawatir dengan inflasi.
Harga US 10-year Bond Yield turun 3 bps ke level 4.098%, merespon data tenaga kerja AS. Harga emas spot melemah 0,7% di level US$ 4.051 per troy ons, pada Jumat (20/11/2025), karena investor mencerna data tenaga kerja AS bulan September, yang menunjukkan angka ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dan melemahkan prospek penurunan suku bunga pada bulan Desember. (nov)


