Indeks Wall Street Menguat, Investor Optimistis The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga

BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS)  ditutup menguat, pada Senin (15/9/2025). Penguatan indeks  dipicu oleh ekspektasi tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok, serta menyambut pertemuan The Fed, pada pekan ini.

Para pejabat tinggi AS dan Tiongkok,  memasuki hari kedua (15/9/2025) membahas tarif dan batas waktu penjualan media sosial milik Tiongkok, TikTok. Trump mengatakan pertemuan  berjalan positif. 

The Fed akan menjadi sorotan, pada pekan ini, karena pasar hampir yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga, pada akhir pertemuan dua hari terakhirnya, Rabu (17/9/2025) waktu AS.

Didukung  tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS, pejabat The Fed secara luas diantisipasi mendukung pemangkasan suku bunga pertama sejak siklus pelonggaran dihentikan pada  Desember 2025. 

Indeks manufaktur NY Empire, turun menjadi -8,7 pada bulan September dari 11,90, pada Agustus 2025. Data ini semakin meningkatkan potensi penurunan suku bunga The Fed.

Sementara itu, indeks di bursa Eropa ditutup menguat, di tengah berita kesepakatan AS-Tiongkok atas platform media sosial TikTok. Inggris juga menyambut kedatangan Presiden Trump pada Selasa-Kamis. 

Nilai U.S. 10-year Bond Yield turun 2 bps ke level 4,036%, akibat indeks manufaktur NY Empire yang turun di bawah estimasi. Harga emas spot naik 1.1% di level US$3,680/troy oz  pada Senin (15/9/2025), didorong pelemahan dollar AS dan yield US-Treasury. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bursa Wall Street Bergairah, Harga Minyak Turun Signifikan

BRIEF.ID - Pasar keuangan mengalami sedikit kelegaan, pada  Senin...

Iran Bantah Lakukan Pembicaraan dengan AS

BRIEF.ID – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran...

Trump Klaim AS dan Iran Sedang Berdialog Mengakhiri Operasi Militer

BRIEF.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan,...

Bursa Saham Asia Melemah Signifikan

BRIEF.ID – Bursa saham di negara-negara Asia melemah cukup...