BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk 2,65% di penutupan sesi I perdagangan hari ini, Jumat (6/3/2026).
Pada awal sesi I perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,14% di level 7.699. Pelemahan IHSG terus berlanjut hingga ditutup terkoreksi 2,61% atau 201,43 poin ke level 7.509.
Selama 3 jam perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 WIB, IHSG terus bergerak di zona merah, sempat menyentuh level tertinggi di 7.700 dan level terendah di 7.504.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 645 saham turun harga, 97 saham naik harga, dan 69 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 19,131 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.195.672 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,422 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu aksi lepas saham, yang terjadi di hampir seluruh sektor. Saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar juga mengalami tekanan jual.
Berikut 5 saham yang aktif dilepas investor, dan menjadi pemberat bagi IHSG:
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengurangi 12,08 poin.
2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengurangi 11,04 poin.
3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 10,23 poin.
4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 9,74 poin.
5. PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 8,22 poin.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih tertekan di zona merah, dan bergerak di kisaran level support 7.500 hingga level resistance 7.750.
Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah seiring serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, masih mempengaruhi pasar keuangan terutama di negara berkembang (emerging market).
Investor cenderung menarik modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan emerging market terutama pasar saham, dan beralih memborong logam mulia juga dolar AS.
Selain itu, kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fiskal Indonesia juga menjadi sentinem negatif, seiring penilaian Fitch Ratings, yang menurunkan outlook peringkat utang dari stabil menjadi negatif. (jea)


