IHSG Terhempas ke Level 7.000, Tertekan Aksi Jual Saham Astra dan Gudang Garam

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas ke level psikologis 7.000, karena tertekan aksi jual saham PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) pada perdagangan Jumat (6/2/2026).

Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 2,32% atau 188,20 poin ke level 7.915. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 terkoreksi 1,97% atau 16,33 poin ke posisi 813,02.

Hingga pukul 11:30 WIB, IHSG terpantau masih bergerak di zona merah, dan berada di level 7.874. Sepanjang 2 jam 30 menit perdagangan saham berlangsung, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.025, dan level terendah di 7.861.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 671 saham turun harga, 89 saham naik harga, dan 57 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 22,233 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.463.229 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,464 triliun.

Aksi jual saham saham masih berlanjut, seiring keputusan lembaga pemeringkat global, Moody’s Investors Service (Moody’s), yang merevisi outlook Indonesia.

Beberapa saham yang mengalami tekanan jual cukup besar, antara lain PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Saham ASII terpantau turun sebesar 5,04% atau Rp350 menjadi Rp6.600 per lembar, sedangkan GGRM terkoreksi 2,98% atau Rp500 menjadi Rp16.275 per lembar.

Moody’s mengumumkan keputusan merevisi outlook Indonesia menjadi negatif, walaupun mempertahankan peringkat kredit pada level Baa2. Keputusan tersebut didasari penilaian terkait kebijakan pemerintah, dan keyakinan investor.

Keputusan Moody’s menjadi sentimen negatif di kala Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,39% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada kuartal IV 2025

PDB sebesar 5,39% tersebut tumbuh melampaui ekspektasi pasar yang sebesar 5,01% (yoy), dan meningkat dari pertumbuhan 5,04% (yoy) pada kuartal III 2025.

Meski demikian, perekonomian Indonesia sepanjang Tahun 2025 hanya tumbuh 5,1% (yoy), atau sedikit di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2% (yoy).

Tekanan terhadap IHSG juga diperkirakan masih dipengaruhi hasil keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang diikuti oleh sejumlah lembaga investasi dan keuangan global.

Berbagai penilaian lembaga internasional terhadap kondisi perekonomian Indonesia dan transparansi bursa, membuat IHSG masih dalam tren negatif pada pekan ini.

Terkait dengan itu, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini, diprediksi cenderung melemah di kisaran level support 7.850 dan level resiatance 8.030. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

OJK dan SRO Bertemu Tim Teknis MSCI, Pembenahan Bursa Ditargetkan Selesai Maret 2026

BRIEF.ID - Otoritas Jasa Keuangan dan Self Regulatory Organization...

Cadangan Devisa Menyusut US$1,9 Miliar per Januari 2026, Ini Pemicunya

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) menyampaikan posisi cadangan devisa...

Presiden Prabowo – PM Albanese Perkuat Kerja Sama Strategis

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Perdana...

Airlangga: Sektor Jasa Keuangan, Kunci Pendalaman Pasar

BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan,  penguatan sektor...