BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah, bahkan sempat terhempas dari level 7.000 pada sesi I perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026).
Pada awal sesi I perdagangan saham, IHSG dibuka melemah 0,30% atau 21,76 poin ke level 7.115. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,46% atau 3,38 poin ke posisi 724,95.
Hingga pukul 11:45 WIB, IHSG terpantau berada di level 7.034. Selama dua jam 45 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di 6.917, dan level tertinggi di 7.120.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 540 saham turun harga, 170 saham turun harga, dan 109 saham tidak mengalami p[erubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 17,857 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.005.953 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,885 triliun.
Pelemahan IHSG masih dipicu lonjakan harga minyak dunia, yang membuat investor menarik modal dari negara-negara berkembang (emerging market), dan mengalihkannya ke dolar Amerika Serikat (AS).
Dari dalam negeri, investor juga mengkhawatirkan kondisi fiskal Indonesia, seiring lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus level US$100 per barel.
Stabilnya pergerakan harga minyak dunia di level US$100 per dolar AS, menandakan investor meyakini konflik geopolitik di Timur Tengah, antara AS-Israel melawan Iran, akan berlangsung lama.
Hal ini, akan membuat pemerintah khususnya di negara-negara berkembang kesulitan menghadapi defisit fiskal yang melebar, dan lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia.
Kondisi tersebut, membuat investor di BEI cenderung melepas saham-saham sektor pertambangan dan keuangan. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau mengalami tekanan harga cukup besar, dan menjadi pemberat IHSG.
Saham BREN terpantau turun 2,78% atau Rp175 menjadi Rp6.125, memberi tekanan sebesar 12,07 poin terhadap IHSG. Sedangkan BBCA terpangkas 1,00% atau Rp75 menjadi Rp6.800 per saham, memberi tekanan sebesar 7,13 poin terhadap IHSG.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih tertekan di zona merah, bergerak di kisalan level support 6.900 hingga level resistance 7.100. (jea)


