BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), masih melanjutkan tren melemah pada perdagangan hari ini, Senin (30/3/2026).
Pada awal sesi I perdagangan saham, IHSG dibuka terkoreksi 1,08% atau 76,52 poin ke level 7.020. Beberapa saat kemudian, IHSG terus tertekan, dan sempat meninggalkan level psikologis 7.000.
Meski demikian, menjelang berakhirnya sesi I perdagangan, pelemahan IHSG perlahan terkikis. Hingga berakhirnya sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG terpantau melemah 0,38% atau 26,65 poin di level 7.070.
Sepanjang 3 jam perdagangan sesi I yang berkahir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau sempat menyentuh level terendah di 6.945, dan level tertinggi 7.084.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 423 saham turun harga, 245 saham naik harga, dan 146 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yan ditransaksikan mencapai 13,416 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.029.999 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,727 triliun.
Saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi pemberat IHSG, dengan penurunan harga antara 1%-3%.
Harga BBCA menjadi yang paling tertekan hingga berada di bahwa level psikologis Rp6.500. Hingga sesi I perdagangan berakhir, saham BBCA terpantau turun sebesar 3,73% atau Rp250 menjadi Rp6.450 per lembar.
Penurunan juga dialami 3 bank BUMN besar, yakni BBNI terkoreksi 2,05% atau Rp90 menjadi Rp3.820 per saham, BBRI turun 1,75% atau Rp60 menjadi Rp3.360 per lembar, dan BMRI terkikis 1,26% atau Rp60 menjadi Rp4.700 per saham.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih berada dalam tren melemah seiring kenaikan harga minyak dunia, dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). IHSG diperkirakan bergerak di kisaran level support 6.900 hingga level support 7.100. (jea)


