BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat seusai libur Hari Raya Imlek, dipicu rampungnya kesepakatan tarif impor antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, Rabu (18/2/2026), IHSG dibuka menguat 1,02% atau 83,57 poin di level 8.295. Penguatan tersebut berbalik arah dari pelemahan IHSG pada penutupan Jumat (13/2/2026) jelang libur bursa selama dua hari, 16-17 Februari 2026.
Hingga berakhirnya sesi I perdagangan atau sekitar pukul 12 waktu JAST, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau, dengan menguat 0,89% atau 72,81 poin di level 8.285.
Sepanjang 3 jam perdagangan di hari pertama seusai libur Hari Raya Imlek selama dua hari, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8,302, dan level terendah di 8.227.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 445 saham naik harga, 218 saham turun harga, dan 148 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Vilume saham yang ditransaksikan mencapai 31,451 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.879.122 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp13.332 triliun.
Penguatan IHSG hari ini tidak terlepas dari sentimen positif rampungnya negosiasi tarif impor antara AS-Indonesia, yang disepakati Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Prabowo Subianto.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan negosiasi tarif secara subtansi telah rampung, dan kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting).
Dalam kerangka kesepakatan tersebut yang tertuang dalam Agreement of Resiprocal Trade, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal AS alias 0%.
Sedangkan AS memberlakukan tarif resiprokal atas produk Indonesia sebesar 19% seperti disepakati tahun lalu. Selain itu, AS juga memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), kopi, dan kakao.
Direncanakan Presiden RI, Prabowo Subianto, akan bertemu dengan Presiden Trump pada 19 Februari 2026 untuk menandatangani Agreement of Resiprocal Trade tersebut.
Kabar tersebut membuat investor optimistis dengan kondisi perekonomian Indonesia, mengingat AS merupakan mitra dagang utama yang memberi surplus perdagangan terbesar, dibandingkan Tiongkok.
Aksi borong pun dilancarkan investor terutama terhadap saham-saham perusahaan penghasil komoditas CPO dan pertambangan. Selain itu, saham perusahaan rokok juga aktif diburu investor.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak dengan kecenderungan menguat di kisaran level support 8.220 hingga level resistance 8.300. (jea)


