BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat, dan menguji level 9.200, ditopang ekspetasi pembagian dividen atas laba bersih tahun buku 2025 perusahaan tercatat (emiten).
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, Selasa (20/1/2026), IHSG dibuka menguat 0,24% atau 22,32 poin ke level 9.156. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,15% atau 1,37 poin ke posisi 891,75.
Hingga pukul 10:45 waktu JATS, IHSG terpantau masih bertahan di zona hijau dan berad adi level 9.163. Selama 1 jam 45 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.174, dan level terendah di 9.126.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 360 saham naik harga, 282 saham turun harga, dan 157 saham tidak mengalami penurunan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 37,646 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.782.993 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp12,652 triliun.
Penguatan IHSG dipicu ekspetasi investor terhadap pembagian dividen emiten untuk laba bersih tahun buku 2025. Hal itu, memicu aksi borong terhadap saham-saham unggulan, terutama di sektor keuangan, dan komoditas.
Selain itu, penguatan IHSG juga dipengaruhi ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk memberlakukan tarif impor sebesar 10% terhadap 8 negara eropa mulai Februari 2026.
Ancaman tersebut, membuat investor khawatir terjadi perang tarif baru, sehingga aksi jual pun dilakukan terhadap US Treasury, dan modal asing kembali masuk ke pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia.
Meski demikian, penguatan IHSG diperkirakan terbatas, seiring tekanan pelemahan rupiah yang terus berlanjut, dan beredarnya rumor terkait bakal masuknya Wakil Menteri Keuagan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, ke jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Hal itu, membuat investor cenderung bersikap wait and see, dan melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham potensial. Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan berpeluang menguat terbatas, dan bergerak di kisaran level support 9.120 hingga level resistance 9.200. (jea)


