BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat terbatas ditopang keyakinan investor bahwa Bank Indonesia (BI) bakal menahan suku bunga acuan atau BI-Rate.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, Kamis (19/2/2026), IHSG dibuka menguat 0,57% atau 47,22 poin ke level 8.357. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,46% atau 3,83 poin ke posisi 842,37.
Hingga pukul 11:10 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level 8.330. Sepanjang 2 jam 10 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.376, dan level terendah 8.321.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 333 saham naik harga, 304 saham turun harga, dan 172 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atauy stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 28,231 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 1.812.472 kali,d an nilai transaksi sebesar Rp13,014 triliun.
Penguatan IHSG ditopang keyakinan investor bahwa Rapat Dewan Gubernur BI akan memutuskan kembali menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di kisaran 4,75%.
Analis memperkirakan penguatan IHSG sangat terbatas, karena sentimen dari luar negeri seiring penguatan dolar AS, yang membuat arus modal keluar (capital outflow) dari emerging market termasuk Indonesia terus terjadi.
Sementara sentimen pemberat IHSG datang dari rilis Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal IV-2025, yang naik menjadi 431,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS), terutama dari utang pemerintah yang meningkat akibat masuknya dana asing ke SBN.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak di kisaran level support 8.280 hingga level resistance 8.400. (jea)


