BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/1/2026), dibuka menguat menembus level 9.000 seiring investor mencermati araj kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,66% atau 58,75 poin ke level 9.007. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,42% atau 3,66 poin ke posisi 882,53.
Hingga pukul 10:00 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level 9.009. Sepanjang 1 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.021, dan level terendah di 8.979.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 408 saham naik harga, 239 saham turun harga, dan 151 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 18,892 miliar lembar, dengan frekuensi transaksis ebanyak 1.094.103 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp9,745 triliun.
Penguatan IHSG masih dipengaruhi sentimen luar negeri, terutama rilis data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,3% month to month (mtm) atau 2,7% year on year (yoy), dengan CPI Core stabil di level 2,6% (yoy).
Data inflasi AS yang stabil atau cenderung stagnan menjadi pertimbangan bagi Bank Sentral AS atau The Fed dalam rapat pada 29 Januari 2026. Investor pun mencermati peluang The Fed kembali menurunkan suku bunga acuan aatau Fed Funds Rate (FFR).
Selain itu, investor juga mencermati arah kebijakan The Fed, seiring independensi bank sentral, yang terusik dengan pemanggilan Gubernur The Fed, Jerome Powell, oleh Departemen Kehakiman.
Jerome Powell telah membuat pernyataan yang mempertanyakan pemanggilan Departemen Kehakiman terhadapnya, yang sekaligus menadai perlawanan terhadap tekanan Presiden AS, Donald Trump. Sikapnya tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai bank sentral negara lain.
Sementara itu, ketegangan geopolitik antara AS-Venezuela juga masih mendapat sorotan investor, mengingat Pemeritah AS mengalami kesulitan untuk mendorong investasi di negara itu pasca penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Terkait dengan itu, pergerakan IHSG hari ini diprediksi menguat terbatas dengan bergerak di kisaran level support 8.760 dan level resistance 9.030.
Saham-saham sektor energi dan komoditas masih menjadi pengerek IHSG. Sebaliknya saham-saham keuangan justru mengalami tekanan seiring investor mencermati arah kebijakan The Fed. (jea)


