IHSG Menguat Sentuh Level 9.000, Pemangkasan Target Produksi Minerba Jadi Sorotan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat hingga menyentuh level 9.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,02% atau 1,89 poin ke level 8.946. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,11% atau 0,92 poin ke posisi 870,40.

Hingga pukul 10:20 Waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level 8.982. Sepanjang 1 jam 20 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 9.002, dan level terendah di 8.903.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 348 saham naik harga, 302 saham turun harga, dan 159 saham lainnya tidaka mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 21,380 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.640.444 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,142 triliun.

Penguatan IHSG masih dipengaruhi sentimen luar negeri, terutama ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela, serta Tiongkok dan Jepang.

Sementara sentimen dari dalam negeri datang dari rencana pemerintah terkait pemangkasan target produksi mineral dan batu bara (minerba), yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand minerba, sehingga diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan.

Kebijakan tersebut berpotensi berdampak positif terhadap saham sektor energi dan komoditas, di tengah ketegangan geopolitik global, yang juga berpotensi mempengaruhi harga minyak mentah.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih menguat dan bergerak di kisaran level support 8.970, dan level resistance 9.010, didongkrak saham-saham sektor energi, batubara, dan teknologi. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Penempatan Dana Pemerintah Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang Sampai September 2026

BRIEF.ID - Penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di...

BEI Evaluasi Kebijakan Penerapan FCA  

BRIEF.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi...

Pembatalan Tarif dan Persetujuan MSCI, Dongkrak Kenaikan IHSG dan Rupiah  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat...

Hingga 31 Januari 2026, Pemerintah Tarik Utang Rp 127,3 Triliun

BRIEF.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan,...