IHSG Melemah Terseret Sentimen Data Inflasi AS

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagagan hari ini, Kamis (14/11/2024), melemah terseret sentimen negatif pelaku pasar terkait data inflasi Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,07% atau 4,77 poinke level 7.303. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,12% atau 1,06 poin ke posisi 885,39.

Hingga pukul 10.00 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona merah dan berada di level 7.245, meskipun sempat berbalik arah ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi di 7.318.

Sebanyak 352 saham turun harga, 173 saham naik harga, dan 222 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 9,135 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 464.446 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp3,394 triliun.

Melemahnya IHSG dipicu sentimen negatif pelaku pasar terhadap rilis data inflasi AS yang meningkat, sehingga mengurangi ekspetasi pemangkasan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Data CPI AS pada Oktober 2024 menunjukkan inflasi tahunan merangkak naik ke 2,6% year on year (yoy), atau naik dibandingkan September 2024 sebesar 2,4% (yoy), yang mencerminkan stabilitas inflasi di tengah perlambatan ekonomi global. Inflasi AS mencapai 0,2% month to month (mtm) pada Oktober 2024 atau secara bulanan sama dengan September 2024.

Hal ini, membuat pelaku pasar semakin skeptis bahwa The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember 2024. Menurut CME FedWatch Tool, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed telah menurun dari 82,73% menjadi hanya 58,7%.

Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari laporan Bank Indonesia (BI) terkait data penjualan ritel Indonesia yang tidak memuaskan, terutama di tingkat penjualan ecera.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih tertekan di zona merah dan bergerak di kisaran level support 7.230 dan resistance di 7.320. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Airlangga: Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi, Kunci Pertumbuhan Ekonomi

BRIEF.ID - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengendalian inflasi...

Prabowo Apresiasi Kinerja BI Jaga Stabilitas dan Ketahanan Ekonomi Nasional

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tahunan Bank...

Akhiri Kevakuman Kepemimpinan, Munas Khusus IKAL Bentuk Tim Formatur 

BRIEF.ID  – Musyawarah Nasional (Munas) Khusus Ikatan Keluarga Alumni...

Hari Guru 2025, Momen Presiden Prabowo Peluk Azzam

BRIEF.ID – Momen mengharukan mewarnai acara puncak peringatan Hari...