IHSG Melambung ke Level 8.100, Investor Borong Saham Semen Indonesia dan Bank Mandiri

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, Selasa (10/2/2026), melambung ke level 8.100, seiring aksi investor memborong saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,01% atau 0,29 poin ke level 8.031. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,01% atau 0,15 poin ke posisi 820,94.

Meski demikian, IHSG perlahan berbalik arah ke zona hijau. Hingga pukul 10:30 waktu JATS, IHSG terpantau melambung dan berada di level 8.129. Selama 2 jam 30 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.135, dan level terendah di 8.011.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 553 saham naik harga, 143 saham turun harga, dan 121 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 25,721 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.437.828 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,282 miliar.

Penguatan IHSG terjadi seiring aksi borong yang dilakukan investor terhadap sejumlah saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), antara lain PT Semen Indonesia Tbk 9SMGR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

SMGR terpantau menguat hingga 8,17% atau Rp210 menjadi Rp2.780 per lembar, BMRI melonjak 1,50% atau Rp75 menjadi Rp5.075 per saham, dan TLKM naik 0,90% atau Rp30 menjadi Rp3.380 per lembar.

Aksi borong saham-saham BUMN tersebut mampu meredam tekanan terhadap IHSG, yang sempat terjadi di awal sesi I perdagangan hari ini, seiring sentimen negatif dari pengumuman FTSE Russell.

Pada Senin (9/2/2026), FTSE Russell menyatakan menunda evaluasi indeks Indonesia untuk Maret 2026, didasari ketidakpastian terkait reformasi Pasar Modal Indonesia, khususnya dalam menentukan free float dan potensi gangguan pasar selama proses reformasi berlangsung.

“FTSE akan terus memantau perkembangan dan memberi pembaruan pada review kuartalan Juni 2026 (pengumuman pada 22 Mei 2026),” demikian bunyi pernyataan resmi FTSE Russell.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat di kisaran level support 8.000 hingga level resistance 8.150. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Menguat Tipis Imbas Pelemahan Dolar AS Seiring Tekanan Jual US Treasury

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat tipis imbas...

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2.954.000 per Gram, Dipicu Rilis World Gold Council

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

FTSE Russell Tunda Evaluasi Indeks Indonesia untuk Maret 2026, Lagi-Lagi karena Free Float

BRIEF.ID - FTSE Russell mengumumkan menunda evaluasi indeks Indonesia...

Indonesia Daily Brief (February 10, 2026)

TOP NEWS Reuters — Indonesia will hold a follow-up briefing...