BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali anjlok ke level 6.200 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (21/3/2025).
Pelemahan IHSG dipicu berlanjutnya aksi jual saham yang dilakukan investor asing, seiring kekhawatiran suhu politik Indonesia yang memanas gara-gara pengesahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh DPR, pada Kamis (20/3/2025).
Pada awas sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,11% atau 7,02 poin ke posisi 6.388,69. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,16% atau 8,25 poin ke posisi 701,95.
Meski demikian, beberapa saat kemudian IHSG berbalik arah ke zona merah, dan sempat terkoreksi sebesar 2%.
Hingga pukul 10:30 waktu JATS, IHSG terpantau berada di level 6.270. Sepanjang satu jam 30 menit perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh level terendah di 6.218 dan level tertinggi di 6.426.
Data BEI menunjukkan sebanyak 462 saham turun harga, 113 naik harga, dan 188 saham lainnya tidak mengalam perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 6,563 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 464.797 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,040 triliun.
Analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini fluktuatif dengan kecenderungan melemah, seiring berlanjutnya aksi jual saham yang dilakukan investor asing.
Tim Riset Mirae Asset Sekuritas dalam kajiannya menyatakan penguatan IHSG dalam dua hari terakhir tidak didukung faktor fundamental yang kuat, melainkan dipengaruhi oleh kebijakan relaksasi buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Modal keluar (net outflow) investor asing dari bursa masih berlanjut, seiring kekhawatiran terhadap kondisi politik dan ekonomi Indonesia.
Pada perdagangan Kamis (20/3/2025), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp499,3 miliar. Adapun total net outflows asing di Maret 2025 mencapai Rp8,9 triliun (544 juta dolar AS), dan sepanjang tahun 2025, net outflow asing mencapai Rp30,8 triliun (1,9 miliar dolar AS).
Pengesahan UU Militer, yang memperluas peran militer di lembaga sipil, menambah ketidakpastian politik, karena dianggap mengembalikan model pemerintahan era Orde Baru.
Hal itu, semakin mengurangi tingkat kepercayaan investor, seiring berbagai kebijakan kontroversial yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di level support 6.200 hingga level resistance 6.400. (jea)