IHSG Fluktuatif Uji Level 6.000, Saham Properti dan Konstruksi Melambung

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (7/7/2026) bergerak fluktiatif, dan menguji level psikologis 6.000.

Investor kembali memborong saham-saham potensial, terutama saham sektor properti dan konstruksi, hingga harganya melambung.

Pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 waktu JATS, IHSG tercatat menguat 0,46% atau 27,46 poin ke level 5,943.
Selama 3 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.890, dan level tertinggi di 5,954.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 366 saham naik harga, 235 saham turun harga, dan 179 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume transaksi pada sesi I perdagangan hari ini mencapai 12,679 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 997.815 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp5,049 triliun.

IHSG bergerak fluktuatif seiring pergerakan bursa kawasan yang variatif. Penguatan IHSG terutama ditopang saham-saham sektor properti dan konstruksi yang aktif diburu investor.

Saham sektor properti yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, antara lain PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), yang melonjak 20,75% atau Rp22 menjadi Rp128 per saham.

Selain itu, saham PT Alam Sutera realty Tbk juga melesat 9,35% atau Rp10 menjadi Rp117 per lembar, begitu juga PT Sumarecon Agung Tbk (SMRA) naik 3,57% atau Rp10 menjadi Rp290 per lembar.

Sedangkan saham sektor konstruksi yang melonjak, antara lain PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sebesar 7,95% atau Rp14 menjadi Rp190 per lembar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 5,69% atau Rp80 menjadi Rp1.485 per lembar.

Lonjakan IHSG ditopang sentimen positif kenaikan cadangan devisa Indonesia per Juni 2026, yang diumumkan Bank Indonesia hari ini.
Adapun cadangan devisa Indonesia naik US$700 juta menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni 2026 dibandingkan US$144,9 miliar per akhir Mei 2026.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 5.950 hingga level resistance 6.000. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Menguat Ditopang Peningkatan Cadangan Devisa Juni 2026

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

Cadangan Devisa Indonesia Naik US$700 Juta di Juni 2026, Kontributor Utama Penerimaan Pajak

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa Indonesia...

Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.655.000 per Gram Imbas Tren Kenaikan Suku Bunga

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Fitch Ratings Peringatkan Peringkat Utang Indonesia Hadapi Tekanan

BRIEF.ID - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperingatkan peringkat utang...