IHSG Ditutup Menguat, Bursa Asia Temukan Pijakan Baru  

BRIEF.ID –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 28 poin atau naik 0,41% ke level 7,101, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/4/2026). Sebanyak 422,6 juta lot saham diperdagangkan dan membukukan nilai transaksi Rp 16,65 triliun.

Saham-saham top gainers LQ45 tercatat UNVR, MEDC, JPFA, GOTO, AADI, CTRA, dan ITMG. Saham-saham top losers LQ45 terdiri atas ANTM, BRPT, DSSA, SCMA, MBMA, NCKL, dan EMTK.

Sektor industri masih kokoh di posisi terkuat, naik +2,41% disokong saham-saham GMFI naik 1,54%, ACST melambung 2,06%, ASII +0,41%, HEXA +0,45%, dan SMSM +0,54%. Sektor basic industry tercatat sebagai paling terpuruk, yaitu merosot  1,08%. Saham sektor itu yang melemah adalah BRPT yang turun  2,99%, TPIA -4,50%, dan TKIM -0,58%.

Bursa Asia

Pasar saham Asia menemukan pijakannya pada perdagangan  Rabu (29/4/2026) petang menyusul meredanya kekhawatiran investor atas konflik Iran dan kesehatan sektor AI.

Selain itu meningkatnya  optimisme investor atas pendapatan perusahaan  dan perhatian beralih ke keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Indeks saham MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang membalikkan kerugian sebelumnya dan naik 0,2%, karena kenaikan saham yang diperdagangkan di Hong Kong menstabilkan indeks.

“Bagi kami, laba adalah bagian terpenting dari cerita saat ini.  Laba kuartal pertama mengikuti pertumbuhan tahun-ke-tahun dan terus meningkat. Analis biasanya menghabiskan musim laba untuk merevisi angka ke bawah. Musim ini, tampaknya kebalikannya yang terjadi,” kata Kate Moore, kepala investasi di Citi Wealth

Perusahaan-perusahaan AS telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi konflik Iran;  dengan sedikit lebih dari sepertiga sektor S&P 500 telah melaporkan laba, 81% perusahaan telah melampaui perkiraan.

Laporan laba dari raksasa teknologi AS Microsoft, Alphabet, Amazon dan Meta Platforms  akan semakin menguji reli yang didorong oleh AI.

Perhatian pasar akan beralih  ke hasil pertemuan The Fed bulan April, yang akan menjadi pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai ketua Fed.

Para pedagang yakin bahwa kebijakan suku bunga tetap stabil adalah suatu kepastian. Kontrak berjangka dana Fed memperkirakan probabilitas tersirat 100% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga, tanpa perubahan kebijakan yang diharapkan hingga akhir tahun 2027, menurut alat FedWatch dari CME Group.

“Mengingat lingkungan inflasi yang menantang akibat dampak perang, tidak akan banyak biaya bagi Fed untuk mengadopsi kebijakan yang lebih agresif; sambil tetap dalam mode menunggu dan melihat,” tulis analis dari ING dalam sebuah laporan riset. “Akan ada juga pertanyaan tentang Kevin Warsh yang akan datang dan niat Powell untuk tetap menjabat atau pergi.”

Indeks saham Asia, Nikkei225 (Jepang) dan Topix (Jepang) libur. Indeks Shanghai (Tiongkok) naik 0,71% ke 4.107; Indeks Shenzhen Component (Tiongkok) naik 1,96% ke 15.120; CSI 300 (Tiongkok) menguat 1,10% ke 4.810; Hang Seng (Hong Kong) naik 1,68% ke 26.111; Indeks Kospi (Korea Selatan) +0,75% ke 6.690; Taiex (Taiwan) -0,55% ke 39.303; dan

S&P/ASX200 (Australia) merosot 0,08% ke 8.786                                                    

Mata uang Asia, Yen drop 0,10% menjadi 159,78 per Dolar AS; SGD turun 0,05% menjadi 1,2779 per Dolar AS; AUD drop 0,33% ke posisi 0,7157 per Dolar AS; Rupiah drop 0,48% menjadi 17.326 per Dolar AS; Rupee turun 0,31% ke 94,8387 per Dolar AS; Yuan melaju 0,05% ke 6,8340 per Dolar AS; Ringgit menanjak 0,03% ke 3,9515 per Dolar AS; dan Baht merosot 0,50% ke 32,6640 per Dolar AS.

Bursa Eropa Melemah

Saham-saham di bursa Eropa melemah pada perdagangan Rabu (29/4/2026) karena investor memantau serangkaian laporan pendapatan perusahaan dan mempertimbangkan keluarnya Persatuan Emirat Arab (PEA)  dari OPEC.

Tak lama setelah bel pembukaan berbunyi, Indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun sebesar 0,1%, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama berada di wilayah negatif.

Indeks CAC 40 Prancis melemah -0,43%. Indeks FTSE MIB di Italia melorot -0,47%. Begitu pula dengan Indeks FTSE 100 Inggris drop -0,59% dan Indeks DAX Jerman turun -0,09%.

OPEC menjadi sorotan setelah PEA mengumumkan pada  Selasa (28/4/2026)  akan keluar dari kartel penghasil minyak OPEC, mulai  1 Mei 2026. Keputusan  ini merupakan pukulan besar bagi kelompok yang mengoordinasikan produksi di antara produsen minyak terbesar di dunia, khususnya di Timur Tengah.

Sementara itu, harga minyak menguat pada perdagangan hari Rabu (29/4/2026) sore menyusul laporan media bahwa AS akan memperpanjang blokade pelabuhan Iran. Langkah AS ini kemungkinan akan memperpanjang gangguan pasokan dari kawasan penghasil minyak utama di Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent berjangka untuk bulan Juni naik US$ 1,11, atau 1%, menjadi US$ 112,37 per barel. Kontrak Juni berakhir pada hari Kamis dan kontrak Juli yang lebih aktif berada di US$ 105,32, naik 0,88%.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS untuk Juni CLc1 naik 51 sen atau 0,51%, menjadi US$ 100,44 per barel setelah naik 3,7% pada sesi sebelumnya, dan terus meningkat selama tujuh dari delapan hari terakhir.

“Kenaikan harga minyak baru-baru ini didorong oleh blokade Selat. Jika Trump siap memperpanjang blokade, gangguan pasokan akan semakin memburuk dan terus mendorong harga minyak lebih tinggi,” kata Yang An, analis di Haitong Futures. (D’Origin News Interactive/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo: Hilirisasi Industri Jalan Menuju Kebangkitan Bangsa Indonesia

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, hilirisasi industri merupakan...

Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

BRIEF.ID –  Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan  mempercepat perbaikan...

Mayoritas Saham Asia Menguat, PEA Tinggalkan OPEC

BRIEF.ID – Sebagian besar saham di bursa Asia naik...

Presiden Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp 116 Triliun

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama...