BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali mengalami kembali mengalami tekanan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/9/2024).
IHSG diprediksi menguji di level support 7.627, pivot 7.700, dan resistance 7.812. Koreksi IHSG berpotensi dipengaruhi stimulus dari Tiongkok terhadap ekonomi negara itu.
Di saat terjadi tekanan, pelaku pasar direkomendasikan untuk membeli saham BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, BRPT dan SMDR.
“IHSG rawan menguji indikator MA20 di level 7.730, pada Kamis (26/9/2024). Secara teknikal, pelemahan yang terjadi Rabu (25/9/2024) membuka peluang pelemahan lanjutan ke bawah MA20 yang akan memperkuat sinyal minor reversal,” demikian hasil riset Phintraco Sekuritas, yang dirilis Kamis (26/9/2024).
Disebutkan, pelemahan IHSG terjadi ketika nilai tukar Rupiah menguat ke bawah Rp15,100 per dolar AS, Rabu (25/9/2024) petang. Penguatan nilai tukar Rupiah masih terkait dengan keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 50 bps dan keputusan BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps, pekan lalu.
Dari eksternal, ekspektasi pemulihan ekonomi Tiongkok mungkin memicu adanya peningkatan appetite pasar terhadap pasar modal Tiongkok. Ekspektasi tersebut meningkat bersamaan dengan rencana stimulus moneter oleh bank sentral Tiongkok.
Ekonomi Tiongkok juga dinilai memerlukan stimulus lain disamping stimulus fiskal. Hal ini diyakini mendorong Pemerintah Tiongkok untuk menyalurkan stimulus lanjutan pasca pemangkasan suku bunga acuan tersebut.