BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3/2026) diprediksi berpotensi melemah.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG akan menguji level 6.800-7.000 setelah turun 67,03 atau 0,94% pada penutupan perdagangan, Jumat (27/3/2026). Saham-saham yang dapat diperhatikan, pada pekan ini di antaranya MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN.
“Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.800-7.000,” demikian disebutkan dalam riset itu.
Sementara itu, indeks di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/3/2026) dan memasuki koreksi lima pekan berturut-turut. Pelemahan indeks dipicu menguatnya kembali harga minyak mentah di tengah keraguan adanya negosiasi untuk mengakhiri perang AS-Iran.
Indeks Nasdaq Composite telah memasuki area koreksi, yaitu jika indeks sudah turun 10% atau lebih dari level tertingginya. Harga minyak Brent menguat 4,22% di level US$ 112 per barel dan minyak WTI naik 5,46% di level US$ 99/barel (27/3). Keduanya merupakan level penutupan tertinggi sejak Juli 2022.
Ketidakpastian kelanjutan upaya negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak mentah menguat kembali, meskipun Iran memperbolehkan beberapa kapal melewati Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026, namun laporan tentang penambahan 10 ribu pasukan AS semakin memicu kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan.
Serangan Houthi Yaman terhadap Israel, semakin menambah eskalasi perang. Konflik yang diperkirakan berlangsung lebih lama dikhawatirkan akan berdampak bukan hanya pada kenaikan harga saja, juga pada ketersediaan minyak mentah. Beberapa negara, terutama dari Asia, telah mengumumkan krisis bahan bakar minyak (BBM). Jika kondisi ini berlangsung lama dan meluas akan berdampak pada perlambatan ekonomi global serta memicu potensi stagflasi.
Di dalam negeri akan dirilis beberapa data ekonomi, pada Rabu (1/4/2026), yang terdiri atas indeks S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merevisi aturan papan pemantauan khusus pada 2Q26. Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati, jika tidak ada perubahan positif, pada pekan ini. (nov)


