BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/3/2026) diprediksi bergerak datar (sideways) atau tidak menunjukkan tren naik (uptrend) atau turun (downtrend) yang signifikan.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 7.600, pivot 7.500, dan support 7.350. Saham-saham yang diunggulkan di antaranya, INKP, ASII, INDY, MBMA, dan TINS.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.400-7.550. Jika IHSG dapat bertahan di atas level 7500, terbuka peluang rebound lanjutan menguji level 7.600,” demikian riset Phintraco Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 7.440,91 atau naik 1,41% pada perdagangan Selasa (10/3/2026). IHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya, yang dipicu kenaikan harga minyak mentah, penguatan indeks bursa Wall Street dan Asia, serta technical rebound.
Semua sektor menguat dengan penguatan terbesar pada sektor basic materials, seiring reboundnya harga emas, pada Selasa (10/3/2026). Rupiah juga ditutup menguat di sekitar level Rp 16.855 per Dolar AS.
Secara teknikal, Stochastic RSI masih berada di area oversold, namun belum mengindikasikan terjadinya reversal. Pembentukan histogram negatif MACD juga masih berlanjut. IHSG masih ditutup di bawah level MA5.
Data penjualan ritel domestik tumbuh 5,7% YoY pada Januari 2026 dari 3,5% di Desember 2025, serta lebih baik dibandingkan perkiraan yang sebesar 4% YoY. Untuk penjualan ritel pada bulan Februari 2026 diperkirakan juga akan berakselerasi seiring dengan adanya Tahun Baru Imlek, dimulainya bulan Ramadan, dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sementara itu, dari Amerika Serikat diberitakan, investor akan menantikan data inflasi bulan Februari 2026, yang diperkirakan stabil di level 2,4% YoY. Sedangkan untuk core CPI diperkirakan stabil di level 2,5% YoY.
Sebagai salah satu bentuk penguatan pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi tentang pembentukan rekening khusus dana penawaran umum perdana saham (IPO).
POJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum tersebut merincikan pembahasan rekening khusus dana IPO, di antaranya membahas tentang informasi rekening penampungan dana hasil penawaran umum dan saldo terakhir. (nov)


