IHSG Diperkirakan Masih Berpotensi Terkoreksi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi mengalami koreksi untuk menguji level 8.300 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/11/2025).

Phintraco Sekuritas dalam laporannya yang dirilis Rabu (12/11/2025) menyebutkan, secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought. Volume jual meningkat dan didukung oleh garis A/D yang menunjukkan terjadi distribusi sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi, menguji level 8300.

Disebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 8.450, pivot 8.400, dan support 8.300. Saham-saham yang direkomendasikan, di antaranya  ERAA, GZCO, PGAS, ISAT, dan INDY.

Sesuai perkiraan, IHSG ditutup melemah di level 8.366,52 atau turun 0,29% pada perdagangan, Selasa (11/11/2025). Koreksi indeks, antara lain didorong aksi profit taking karena kondisi IHSG yang dinilai telah overbought. Saham sektor keuangan mengalami pelemahan terbesar dan saham sektor energi membukukan penguatan terbesar. Rupiah di pasar spot melemah di level Rp 16.694 per dolar AS. 

Penjualan ritel domestik tumbuh 3,7% year-on-year (YoY) pada  September 2025, meningkat dari 3,5% YoY di Agustus 2025, Rabu (11/11/2025). Kenaikan ini merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut.

Sementara itu, penjualan mobil di dalam negeri  turun 4,4% YoY menjadi 74.019 unit di Oktober 2025 dari penurunan 15,1% YoY pada September 2025.

Meskipun merupakan penurunan selama enam bulan berturut-turut, namun laju penurunannya mulai melambat, serta volume penjualannya merupakan level teringgi sejak Desember 2024.

Selama periode Januari-Oktober 2025, penjualan mobil turun 10,6% YoY menjadi 635.844 unit.

Dilaporkan, Pemerintah Jerman, pada Rabu (12/11/2025) akan merilis data Wholesale Prices bulan Oktober 2025, yang diperkirakan sebesar 0,3% month-to-month (MoM) dan 1,1% YoY dari 0,2% MoM dan 1,2% YoY di bulan September 2025. Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Swiss hampir mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif impor sebesar 39% atas produk Swiss yang masuk ke AS. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Kakao Turun, Bukan Jaminan Cokelat Hari Valentine Menjadi Lebih Murah

BRIEF.ID – Harga kakao meningkat lebih dari dua kali...

“The Simpsons” Serial Televisi Terlama, Gambaran Keluarga Berjari Empat Menolak Menua

BRIEF.ID – Siapa tidak kenal The Simpsons, serial animasi...

Neneng Herbawati: Jangan Gampang Menyerah, Konsisten Menjaga Nilai, dan Berintegritas Membangun Jejaring

BRIEF.ID – Seseorang  yang pernah berada di titik jatuh...

Presiden Prabowo: Indonesia Menuju Swasembada Pangan

BRIEF.ID –  Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa saat ini,...