BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat imbas data terbaru pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melonjak dari perkiraan.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka naik tipis 0,03% atau 2,08 poin ke level 7.198. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,04% atau 0,32 poin ke posisi 869,65.
Hingga pukul 09:30 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak variatif, bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 7.259, dan level terendah di 7.187.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 318 saham naik harga, 156 saham turun harga, dan 167 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 5,275 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 332.569 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp2,261 triliun.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berada di zona hijau dengan bergerak di kisaran level support 7.185, dan level resistance 7.265.
Pendorong menguatnya IHSG datang dari sentimen luar negeri, seiring rilis data lowongan kerja pada Oktober 2024 yang melonjak menjadi 7,74 juta, lebih tinggi dibandingkan September 2024, dan melebihi perkiraan Dow Jones sebesar 7,5 juta.
Rilis tersebut semakin meningkatkan ekspetasi pelaku pasar terhadap kemungkinan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan.
Berdasarkan FedWatch Tool CME, futures suku bunga The Fed menunjukkan peluang sekitar 72% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga dalam pertemuan pada 18 Desember 2024.
Sementara sentimen dari dalam negeri yang mendorong penguatan IHSG datang dari aksi window dressing, yang kerap dilakukan investor pada bulan terakhir aktivitas perdagangan bursa.