IHSG Dibuka Melemah, Cermati Saham BUVA, APEX, dan BBTN

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 34,58 poin atau 0,48% seiring banyak investor yang menanti-nantikan hasil rapat Bank Sentral AS, The Fed.

Ketua Komunitas Pasar Modal Edhi Pranasidi menyarankan investor untuk mencermati saham-saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

” IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi dan sangat rentan terkoreksi karena pemodal lokal hanya berorientasi pada kenaikan harga saham bukan pada dividend yield,” demikian diungkapkan Edhi di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Edhi mengatakan, sejak awal tahun 2025, IHSG telah menguat 7,55% dan loncat menjadi 29,4% dari level terendahnya tahun ini dorong oleh aksi beli pemodal lokal terutama disaham-saham konglomerasi berfundamental janji masa depan dan nama besar pemilik.

Ironisnya sejak awal tahun pemodal asing malahan masih mencatatkan jual bersih saham Indonesia sebesar Rp 59,58 triliun.

Saat ini, lanjut Edhi, IHSG diperdagangkan pada rasio P/E 13,42X, PBV 2,23X dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 13.668 triliun atau sekitar 64% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 21.200 triliun.

Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 4,9% untuk tahun ini, IHSG diperkirakan masih akan berpotensi mencapai level tertinggi pada rata-rata tertinggi rasio P/E 13.7X 599 = 8206 dan terendah pada rata-rata terendah rasio P/E 10X 599= 5990.

Selain itu, sentimen berinvestasi juga diperkirakan akan sedikit melemah karena banyak investor menunggu hasil rapat bank sentral AS yang akan memulai rapatnya, hari ini.

Dari dalam negeri, tidak ada peristiwa ekonomi signifikan yang dapat mempengaruhi sentimen berinvestasi.

“Hari ini, IHSG akan bergerak dalam rentang antara support 7.568 dan resisten 7.666,” jelas Edhi.

Harga emas, Selasa (29/7/2025) berada pada level US$ 3.310 per ons atau melemah dari US$ 3.330 per ons, Senin (28/7/2025) pagi.

Harga batubara untuk pengiriman Agustus naik 1,54% ke level US$ 115,50 per metrik ton.

Rupiah melemah di kisaran Rp 16.391 per satu dolar AS dari Rp 16.303 per satu dolar AS, Senin (28/7/2025) pagi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Lonjakan Harga Minyak Dunia, Inaca Usulkan Tarif Tiket Pesawat Domestik Naik

BRIEF.ID - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Inaca) mengusulkan...

Krisis BBM, Maskapai Penerbangan Vietnam Kurangi Penerbangan Mulai 1 April 2026

BRIEF.ID - Maskapai penerbangan Vietnam akan mengurangi penerbangan dan...

Rupiah Anjlok ke Rp16.965 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah anjlok 0,36% ke...

IHSG Akhir Pekan Terhempas dari Level 7.100, Saham Telkom dan Astra Masih Tertekan

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...