IHSG Bertahan di Zona Hijau, Saham Bluechips Jadi Pendongkrak

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahandi zona hijau hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Saham-saham bluechips menjadi pendongkrak IHSG bertahan di level psikologis 8.000.

Hingga penutupan sesi I perdagangan saham tepatnya pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau menguat 1,18% atau 96,952 poin di level 8.329. Sepanjang 3 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.408, dan level terendah di 8.167.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 550 saham naik harga, 181 saham turun harga, dan 78 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. ‘

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 33,586 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.057.879 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp22,240 triliun.

Saham-saham bluechips di berbagai sektor kembali diburu investor, sehingga menjadi pendongkrak IHSG. Hal itu, terjadi seiring mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia, seiring komitmen pemerintah menenangkan gejolak di bursa selama 2 hari terakhir.

Saham-saham bluechips yang terpantau mengalami kenaikan harga cukup signifikan antara lain, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Indonesia Tbk (GGRM), dan 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Saham TLKM terpantau menguat 6,67% atau Rp230 menjadi Rp3.680 per lembar, GGRM melonjak 5,80% atau Rp850 menjadi Rp15.500 per lembar, BBCA naik 3,47% atau Rp250 menjadi Rp7.450 per lembar, BMRI melesat 3,022% atau Rp140 menjadi Rp4.770 per lembar, BBNI terdongkrak 2,04% atau Rp90 menjadi Rp4.510 per saham, dan BBRI melonjak 1,59% atau Rp60 menjadi Rp3.840 per saham.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas, seiring keseriusan pemerintah untuk menjaga fluktuasi pasar, ditandai dengan mulai berkantornya Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, di BEI, serta kesiapan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk melakukan intervensi di pasar modal. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Menkeu Ungkap Kesalahan Fatal Dirut BEI Iman Rachman

BRIEF.ID - Menteri Keuangan (Menkeu)  Purbaya Yudhi Sadewa menilai...

Dirut BEI Mengundurkan Diri Saat Bos OJK Mulai Berkantor di Bursa Hari Ini, Ada Apa?

BRIEF.ID - Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI),...

Dirut BEI Mundur, Mensesneg Bantah Adanya Tekanan Pemerintah

BRIEF.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah...

Airlangga Apresiasi Keputusan Pengunduran Diri Iman Rachman  

BRIEF.ID – Menko  Perekonomian Airlangga Hartarto menghormati keputusan Iman...