BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (9/10/2026), bertahan di zona hijau ditopang saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 0,35% atau 21.22 poin ke level 6.052. Sebelumnya di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,13% atau 7,73 poin ke posisi 6.039.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak variatif di zona hijau dan zona merah, bahkan sempat menyentuh level terendah di 5.995, dan level tertinggi di 6.059.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 311 saham naik harga, 298 saham turun harga, dan 176 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang diperdagangan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 19,015 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 795.318 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp4,584 triliun.
Saham-saham BUMN ramai diborong investor, dan menjadi penopang IHSG bertahan di zona hijau, di tengah arus modal keluar (capital inflow) yang masih berlanjut.
Saham-saham BUMN yang aktif ditransaksikan antara lain, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan saham-saham Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).
Harga saham TLKM melesat 2,65% atau Rp60 menjadi Rp2.320 per lembar, sedangkan SMGR melonjak 1,91% atau Rp30 menjadi Rp1.600 per lembar.
Sementara saham-saham Himbara yang diborong investor, antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Harga saham BMRI terpantau menguat 1,00% atau Rp40 menjadi Rp4.040 per lembar, BBNI naik 0,88% atau Rp30 menjadi Rp3.440 per lembar, dan BBRI melonjak 1,32% atau Rp40 menjadi Rp3.070 per lembar.
Penguatan IHSG juga ditopang penurunan harga minyak dunia, indeks dolar Amerika Serikat (AS), dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury, seiring meredanya ketegangan antara AS-Iran.
Harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global terpangkas 0,4% ke US$103,86 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,16% ke US$91 per barel.
Penurunan harga minyak dunia, dan menurunnya ekspetasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) membuat indeks dolar AS terpangkas 0,02% ke 102,12.
Hal itu, juga berdampak pada yield US Treasury yang turut terpangkas 6,1 basis poin (Bps) ke 5,22%, setelah sempat melonjak karena kekhawatiran lonjakan inflasi.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 5.980, dan level resistance 6.080. (Jea)


