IHSG Berpotensi Uji Resistance  7.750 Pada Perdagangan Awal Pekan Ini

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (9/9/2024) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi berpotensi untuk uji resistance di posisi 7.750, pivot 7.650, dan support 7.600 setelah pada Jumat (6/9/2024) ditutup menguat dan membentuk all-time high baru di level 7.721.846 atau naik  0,531%.

Secara teknikal, terdapat golden cross pada Stochastic Relative Strength Index (RSI).  Di sisi lain, saham-saham yang dapat diperhatikan pada Senin (9/9/2024) adalah BFIN, SSMS, BBTN, ESSA, HMSP, dan ERAA.

Di sisi lain, berdasarkan data global, pasca rilis data ketenagakerjaan pada Jumat (6/9/2024), investor menanti rilis data Core CPI dan CPI pada Rabu (11/9/2024) yang diperkirakan masing-masing akan tumbuh 0,2% MoM pada Agustus 2024 atau sama dengan level bulan sebelumnya.

Pada Senin (9/9/2024) terdapat rilis data Wholesale Inventories bulan Juli 2024 yang diperkirakan akan tumbuh 0.3% MoM dari yang sebelumnya 0,2% MoM pada Juni 2024.

“Data CPI minggu depan serta rilis data ketenagakerjaan hari ini (9/9/2024) diharapkan memperkuat ekspektasi pemangkasan the Fed pada FOMC pada Rabu (18/9/2024),” demikian hasil riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Senin (9/9/2024).

Dari Eropa, disebutkan, investor menantikan rilis data CPI Jerman bulan Agustus 2024 pada Selasa (10/9/2024) yang diperkirakan akan melandai ke level 1,9% YoY (Juli 2024: 2,3%).

Investor juga turut menantikan hasil rapat keputusan suku bunga ECB pada Kamis (12/9/2024) yang diperkirakan akan melanjutkan pemangkasan sebesar 25bps menjadi 4,00%. Hal itu seiring  realisasi inflasi Eropa yang sudah mendekati target ECB di level 2%.

Dari Regional, pasar menantikan sejumlah rilis data ekonomi Jepang pada (8/9/2024). Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal II-2024 diperkirakan akan tumbuh positif di level 3,1% YoY  atau tumbuh 0,8% MoM. Hal ini menandakan adanya ekspektasi pasar terhadap momentum pertumbuhan ekonomi di Jepang seiring dengan tren yang positif terhadap partumbuhan upah dan pemangkasan pajak serta peningkatan konsumsi swasta serta individu.

Seiring  ekspektasi pertumbuhan PDB Capital Expenditure yang akan tumbuh 0,9% QoQ pada Kuartal II-2024, di mana pada Kuartal I-2023  adalah minus  0,4%).

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Riset Terbaru ANZ dan Stanchart: Harga Emas Dunia Bakal Tembus US$5.000 di Semester I 2026

BRIEF.ID - Hasil riset terbaru dua lembaga keuangan internasional,...

Singapura Raih Peringkat ke-2 Negara Terkaya di Dunia Tahun 2025 Berdasarkan PDB per Kapita

BRIEF.ID - Singapura meraih peringkat ke-2 negara terkaya di...

Eropa Kerahkan Pasukan Militer ke Greenland Sikapi Tekanan AS

BRIEF.ID - Negara-negara Eropa mengerahkan pasukan militer ke Greenland...

WEF 2026 Davos, Momentum Emas Perkuat Citra Indonesia Sebagai Mitra Investasi Strategis

BRIEF.ID - World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos...