BRIEF.ID –Penguatan saham-saham bank besar mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk menciptakan level tertinggi baru dan menguji level 9.150 – 9.200 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1/2026).
Laporan Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak pada resistance 9.200, pivot 9.100, dan support 9.000. Saham-saham yang diunggulkan adalah GGRM, MYOR, INET, TAPG, dan CUAN.
IHSG ditutup menguat ke level 9.133,87 atau naik 0,64%) pada perdagangan Senin (19/1/2026). Seiring meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen negatif global, mendorong pelemahan rupiah hingga level Rp16.955 per dolar AS.
Penguatan saham-saham perbankan besar menjelang earning season dan ekspektasi pembagian dividen menjadi salah satu pendorong penguatan indeks.
“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD yang juga ditopang oleh kenaikan volume beli. Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 9.150-9.200,” demikian laporan Phintraco Sekuritas.
Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup melemah, pada Senin (19/1/2026), yang dipicu oleh sentimen negatif dari meningkatnya ketegangan politik di Greenland dan data ekonomi dari Tiongkok. Ekonomi Tiongkok tumbuh 4,5% YoY pada Kuartal IV-2025, melambat dari 4,8% di Kuartal III-2025, ini merupakan pertumbuhan yang paling lambat dalam tiga tahun terakhir.
Data penjualan ritel Tiongkok juga melambat menjadi 0,9% YoY pada Desember 2025 dari 1,3% YoY. Sedangkan industrial production berakselerasi menjadi 5,2% YoY pada Desember 2025 dari 4,8% YoY.
Indeks di bursa Eropa dibuka melemah akibat ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif sebesar 10% terhadap produk-produk dari 8 negara anggota NATO, jika menentang rencana Trump mengakuisisi Greenland. Indeks futures di Wall Street juga bergerak melemah. (nov)


