IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan rebound pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4/2026).

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 7.300, pivot  7.200, dan support  7.100. Adapun saham-saham yang diunggulkan, antara lain MNCN, HRTA, JPFA, BUVA, dan CDIA.

“Secara teknikal, beberapa indikator menunjukkan IHSG berpeluang melanjutkan rebound dan menguji level 7.200-7.300,” demikian disebutkan dalam riset itu.

IHSG ditutup menguat di level 7.184,44 atau naik 1,93%) pada perdagangan Rabu (1/4/2026). Indeks rebound dari koreksi beberapa hari terakhir setelah indeks di bursa Wall Street menguat tajam pada perdagangan Selasa (31/3/2026), yang dipicu oleh harapan akan segera berakhirnya perang AS-Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mengisyaratkan  rencana keluar dari perang tersebut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Dari lantai bursa dilaporkan, saham sektor industri membukukan kenaikan terbesar  6,11%), sedangkan saham sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang ditutup melemah  0,2%. Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 0,09% di level Rp16.975 per Dolar AS  di pasar spot.

Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia melemah di level 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 di Februari 2026. Sementara itu, surplus neraca perdagangan turun menjadi US$ 1,28 miliar di Februari 2026 dari US$ 3,09 miliar di Februari 2025.

Surplus pada Februari 2026  lebih tinggi dibandingkan surplus US$ 0,96 miliar di Januari 2026. Sedangkan inflasi bulan Maret 2026 melambat menjadi 0,41% MoM dan 3,48% YoY dibandingkan inflasi Februari 2026 yang sebesar 0,68% MoM dan 4,76% YoY. 

BEI secara resmi memperbarui aturan mengenai minimum free float 15% bagi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Aturan ini akan diterapkan secara bertahap dengan berbagai skema yang telah disiapkan BEI.

Perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar minimum Rp5 triliun dan sampai saat ini memiliki tingkat free float di bawah 12,5%, wajib memenuhi jumlah saham free float sebesar 12,5% paling lambat  31 Maret 2027 dan memenuhi ketentuan free float 15% paling lambat pada 31 Maret 2028.

Sedangkan emiten yang telah mencapai angka free float 12,5% hingga kurang dari 15%, wajib memenuhi ketentuan free float 15% pada 31 Maret 2027. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Iran Bantah Klaim Trump Soal Gencatan Senjata

BRIEF.ID – Sejumlah pejabat tinggi Iran membantah klaim Presiden...

Berharap De-eskalasi di Timur Tengah, Bursa Saham New York Kembali Bergeliat

BRIEF.ID - Indeks di bursa Wall Street, New York,...

Sawit Sumbermas Sarana Raih Pendapatan Rp 14,81 triliun, Tumbuh 42,9%

BRIEF.ID – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyampaikan...

Lonjakan Pasar Asia, Seret IHSG Terbang Tinggi

BRIEF.ID – Lonjakan pasar Asia, secara berhasil menyeret Indeks...