IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau, Kembali Sentuh Level Psikologis 8.000

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik arah ke zona hijau dan kembali menyentuh level psikologis 8.000, menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026).

Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,53% atau 42,25 poin ke level 7.880. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,36% atau 2,89 poin ke posisi 809,13.

Meski demikian, IHSG perlahan berbalik ke zona hijau. Hingga pukul 11:20 waktu JATS, IHSG terpantau menguat 1,55%  atau 123,590 poin ke level 8.045. Selama 2 jam 20 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.048, dan level terendah di 7.712.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 570 saham naik harga, 165 saham turun harga, dan 80 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 33,494 miliar lembar, dengan frekuensi tarnsaksi sebanyak 1.732,581 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp15,734 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif hasil pertemuan antara pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI) BEI, PT Kustodian Sentral Efek (KSEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), pada Senin (2/2/2026).

Pelaku pasar menilai penjelasan BEI dan KSEI yang dapat diterima MSCI terkait tarnsparansi kepemilikan saham, kapitalisasi pasar, dan kebijakan free float yang dinaikan menjadi 15%, berdampak positif menenangkan gejolak di pasar modal Indonesia.

Hal ini juga dapat mengembalikan kepercayaan investor global terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia. Apalagi pihak MSCI bersedia melakukan pendampingan dan memberi petunjuk teknis.

Komitmen BEI dan KSEI untuk menurunkan ambang batas  disclosure  kepemilikan saham hingga 1% ke atas, serta pengungkapan beneficial owner akan memperkuat transparansi dan mengurangi kekhawatiran terkait kepemilikan saham tersembunyi, yang dikhawatirkan MSCI.

Selain itu, peningkatan klasifikasi investor dari 9 tipe menjadi 27 sub-tipe, membuat beneficial ownership lebih jelas bagi struktur pasar, sehingga mendukung penilaian risiko dan likuiditas yang lebih akurat,.

Rencana kenaikan free float minimum menjadi 15% secara bertahap juga berpotensi memperdalam likuiditas, dan memperluas basis investor, meski dalam jangka pendek dapat menimbulkan penyesuaian bagi emiten tertentu.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas dan bergerak di kisaran level support 7.700 hingga level resistance 8.050. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Menguat Imbas Surplus Neraca Dagang Indonesia 62 Bulan Beruntun

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

Netflix-HYBE America Tayangkan Konser Live Comeback BTS

BRIEF.ID – Netflix dan HYBE America mengumumkan dua proyek...

Harga Emas Antam Anjlok Rp183.000, Terhempas dari Level Rp3 Juta per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Indonesia Daily Brief (February 3, 2026)

TOP NEWS Reuters — Investors are increasingly cautious on Indonesia...