Bursa Saham Asia Melemah Imbas Data Ekonomi Jepang, BEI Libur Hari Raya Imlek

BRIEF.ID – Bursa saham Asia mengawali pekan ini dengan pelemahan imbas data ekonomi Jepang yang mengecewakan. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) diliburkan terkait Hari Raya Imlek.

Pada Senin (16/2/2026), Bursa Saham Asia bergerak melemah, dipicuĀ  daya beli investor yang menurun seiring libur yang berlangsung di Bursa saham Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan.

Sementara Indeks Nikkei di Bursa Jepang melemah 0,15% atau -84,11 poin menjadi 56.857,86. Sedangkan Indeks ASX 200 Australia naik tipis 0,08% di posisi 8.924,7.

Jepang melaporkan ekonominya hanya tumbuh 0,1% secara tahunan pada kuartal keempat 2025, jauh di bawah perkiraan kenaikan 1,6%, karena belanja pemerintah membebani aktivitas.

Data ekonomi yang mengecewakan ini, menegaskan tantangan berat bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi dan dapat memperkuat dorongannya untuk stimulus fiskal yang lebih agresif.

Sementara itu, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (13/2/2026).

BEI mengumumkan Hari Libur Bursa pada 16-17 Februari 2026, dalam rangka Hari Raya Imlek. Saat penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG melemah 0,64% atau 53,08 poin ke level 8.212.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 408 saham turun harga, 267 saham naik harga, dan 148 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 49,404 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.857.381 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp24,414  triliun.

Saham-saham pertambangan menjadi pemberat IHSG, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGAS.

Saham INCO terpantau turun sebesar 1,76% atau Rp125 menjadi Rp6.975 per lembar, sedangkan PGAS terkoreksi 4,05% atau Rp90 menjadi Rp2.130 per lembar.

Pelemahan IHSG masih dipengaruhi arus modal keluar (capital outflow), seiring perkembangan ekonomi Indonesia, yang menjadi sorotan global, terutama terkait defisit fiskal.

Pada Jumat (13/2/2026), pemerintah menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi ekonomi Indonesia, sekaligus respons terhadap berbagai penilaian lembaga keuangan dan pemeringkat global.

Meski demikian, sentimen negatif tetap dilancarkan pelaku pasar, terlihat dari penurunan IHSG dan rupiah akibat capital outflow. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pasar Asia Menguat, Fokus Beralih pada Ancaman Trump

BRIEF.ID - Pasar Asia, pada perdagangan Senin (6/4/2026) menguat...

AS dan Israel Lancarkan Serangan Udara, 25 Orang Tewas di Iran

BRIEF.ID – Ā Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian...

Rupiah Masih Betah di Level Rp17.000, Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika...

IHSG Awal Pekan Terhempas dari Level 7.000, BREN dan BBCA Masih Dilepas Investor

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...