BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas dari level psikologis 7.000 pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4/2026).
Saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar terus melanjutkan tren melemah, terutama saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masih ramai dilepas investor.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,36% atau 25,22 poin ke level 7.001. Hingga sesi I perdagangan saham berakhir di pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau melemah 0,79% atau 55,77 poin di level 6.971.
Selama tiga jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau terus bergerak di zona merah, sempat menyentuh level tertinggi di 7.009, dan level terendah di 6.889.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 425 saham turun harga, 239 saham naik harga, dan 149 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan tercatat mencapai 17,755 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.040.065 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,483 triliun.
Sejumlah saham unggulan dan berkapitalisasi besar masih melanjutkan tren melemah sejak pekan lalu, terutama BREN yang terpangkas 11,04% atau Rp530 menjadi Rp4.270 per lembar, dan BBCA terkoreksi 1,52% atau Rp 100 di level 6.475.
Saham-saham sektor keuangan, pertambangan, dan konstruksi paling dalam mengalami tekanan, dan menjadi pemberat IHSG. Berikut 5 saham yang menjadi pemberat IHSG:
1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 9,74%
2. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) turun 9,54%
3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 8,75%
4. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun 6,61%
5. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 4,62%.
Konflik Timur Tengah yang kembali memanas setelah pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menjadi sentimen negatif bagi bursa saham Asia, termasuk BEI.
Dalam pernyataan terbaru, Presiden Trump memberikan deadline kepada Iran untuk mencapai kesepakatan, dan membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa (7/4/2026) pukul 01:30 dinihari waktu setempat.
Trump mengatakan akan mengerahkan militer AS untuk menghancurkan setiap pembangkit listrik dan infrastruktur penting di Iran, jika kesepalatan damai, dan pembukaan Selat Hormuz tidak tercapai sampai batas waktu tersebut.
Ancaman Trump tidak membuat Otoritas Iran ciut. Sebaliknya pihak Iran menganggap ancaman Presiden Trump sebagai tindakan yang menunjukkan ketidakberdayaan, kegugupan, dan kebodohan dalam memahami kondisi perang yang dimulai oleh AS.
Dampaknya, harga minyak dunia melonjak hingga menyentuh US$112 per barel, dan mempengaruhi pergerakan dolar AS sebagai mata uang dunia, begitu juga pasar saham.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi cenderung berada di zona merah, dan bergerak di level support 6.980, hingga level resistance 7.050. (jea)


