IHSG Anjlok Hingga 7% Gara-Gara MSCI Bekukan Indeks Saham Indonesia

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 7% pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026), gara-gara Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan indeks saham Indonesia.

Pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka anjlok 6,66% atau 597,75 poin ke level 8.382. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 terpangkas 6,39% atau 55,95 poin ke posisi 820,16.

Hingga pukul 11:10 WIB, IHSG terpantau masih tertekan di zona merah, dengan pelemahan sebesar 7,68% atau 690,475 poin di level 8.289. Sepanjang 2 jam 10 menit perdagangan saham, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.586, dan level terendah di 8.288.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 764 saham turun harga, 25 saham naik harga, dan 16 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 38,507 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.452.597 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp26,422 triliun.

Pada Rabu (28/1/2026) dinihari waktu setempat, MSCI mengumumkan
pembekuan kepada beberapa indeks saham Indonesia sebagai langkah sementara dan berlaku segera.

Pembekuan tersebut mencakup tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) dalam indeks, tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Index (IMI), tidak menaikkan klasifikasi saham dari Small Cap ke Standard atau segmen ukuran yang lebih tinggi.

MSCI menilai tingkat transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia masih belum memadai, terutama apabila penilaian hanya mengacu pada data kategorisasi pemegang saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Kebijakan sementara ini bertujuan mengurangi risiko turnover indeks dan masalah investability, sambil memberi waktu bagi otoritas pasar untuk melakukan perbaikan transparansi kepemilikan saham yang signifikan. 

“Jika hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan signifikan, MSCI akan meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, yang berpotensi berujung pada penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Index, atau reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market,” bunyi pengumuman MSCI.

Keputusan tersebut merupakan hasil konsultasi global terkait penilaian free float saham-saham Indonesia, dan isu tersebut langsung menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Dalam konsultasi tersebut, sebagian investor global memang menyambut baik rencana penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan KSEI sebagai referensi tambahan.

Meski demikian, secara umum mayoritas investor masih menyimpan kekhawatiran besar terhadap keandalan klasifikasi pemegang saham
Hal itu mengindikasikan investor global menilai data tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan struktur kepemilikan saham yang sebenarnya, sehingga menimbulkan keraguan dalam menilai tingkat free float saham Indonesia.

MSCI juga menilai bahwa meskipun BEI telah melakukan sejumlah perbaikan minor terkait data free float, persoalan mendasar mengenai investability pasar saham Indonesia masih belum terjawab.

Investor global menyoroti rendahnya transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya kekhawatiran potensi transaksi yang bersifat terkoordinasi.

Pengumuman MSCI tersebut direspon pelaku pasar dengan melakukan aksi jual besar-besaran sejak pembukaan sesi I perdagangan saham, sehingga IHSG anjlok lebih dari 7%.

Tekanan jual, terutama dipicu capital outflow atau arus modal keluar dari investor asing, yang aktif melepas saham-saham konglomerat, dan bluechips.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi cenderung melemah, karena sentimen negatif terkait pengumuman MSCI. Indeks acuan di BEI tersebut diprediksi bergerak di level support 8.280 hingga level resistance 8.900. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Diplomasi di Lapangan Hijau: Ternyata Ini Alasan Ahok Pilih Golf

BRIEF.ID – Ada pemandangan menarik dalam sidang lanjutan kasus...

Rupiah Menguat Imbas Indeks Dolar AS Anjlok ke Level Terendah dalam 4 Tahun Terakhir

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat signifikan imbas...

Harga Emas Antam Melesat Rp52.000 Makin Dekat Level Rp3 Juta per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

Permintaan Rumah Tapak Meningkat, Emiten WINR Bangun Lima Proyek di Jabodetabek

BRIEF.ID – Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) PT...