IHSG Anjlok 1,81% di Sesi I Perdagangan Akhir Pekan, 595 Saham Turun Harga

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 1,81% di sesi I perdagangan akhir pekan, Jumat (13/3/2026). Sebanyak 595 saham terpantau turun harga dan menjadi pemberat indeks acuan.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,32% atau 23,30 poin ke level 7.338. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 terkoreksi 0,36% atau 2,74 poin ke posisi 748,45.

Hingga sesi I perdagangan saham berakhir di pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau anjlok 1,81% atau 133,17 poin ke level 7.228. Selama 3 jam perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.350, dan level terendah di 7.188.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 595 saham turun harga, 128 saham naik harga, dan 89 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 16,720 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 942.558 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,407 triliun.

Saham pertambangan dan keuangan berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama pelemahan IHSG, seiring tekanan jual yang dilancarkan investor.

Beberapa saham sektor pertambangan yang turun harga dan memberi tekanan besar terhadap IHSG, antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Saham AMMN terpantau turun 7,69% atau Rp425 menjadi Rp5.100 per lembar, dan memberi tekanan 7,61 poin terhadap IHSG. BREN terpangkas 3,04% atau Rp200 menjadi Rp6.375, dan memberi tekanan 5,57 poin terhadap IHSG. Sedangkan BYAN turun 2,64% atau Rp350 menjadi Rp12.925, dan memberi tekanan 4,8 poin terhadap IHSG.

Sementara saham sektor keuangan mengalami tekanan cukup besar, terutama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), yang terpantau turun 2,82% atau Rp140 menjadi Rp4.820 per saham, dan memberi tekanan 7,01% terhadap IHSG.

Pelemahan IHSG masih dipengaruhi perkembangan konflik geopolitik Timur Tengah, seiring ketidakpastian berakhirnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Hal itu memicu kenaikan harga minyak secara signifikan signifikan hingga menembus level US$100 per barel, dan berimbas menekan pasar keuangan global, termasuk BEI.

Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia melambung ke level US$101,68 per barel, naik sebesar 1,21% dibandingkan US$100,46 per barel pada penutupan perdagangan Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan perkembangan tersebut, IHSG hari ini diprediksi cenderung melemah dan bergerak di kisaran level support 7.180, dan level resistance 7.350. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Krisis Timur Tengah Desak Maskapai Penerbangan Naikkan Tarif

BRIEF.ID -  Cathay Pacific, AirAsia,  Thai Airways, Air India,...

Rupiah Terpuruk Dekati Level Rp16.950 per Dolar AS Imbas Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah terpuruk mendekati level...

Piala Dunia 2026, Trump: Timnas Iran Seharusnya Tidak Berpartisipasi

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan,...

Harga Emas di Pegadaian Berjatuhan Sepekan Jelang Lebaran 2026

BRIEF.ID - Harga emas batangan atau logam mulia di...