BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) rawan aksi profit taking pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1/2026), seiring investor mencermati rilis indeks keyakinan konsumen (IKK).
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,49% atau 43,68 poin ke level 8.969. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,58% atau 5,07 poin ke posisi 872,69.
Hingga pukul 10:15 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona hijau dan berada di level 8.957. Selama 1 jam 15 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.981, dan level terendah di 8.935.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 322 saham naik harga, 302 saham turun harga, dan 187 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 22,907 miliar lembar, dengan frekuensi transasksi sebesar 1.461.894 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,624 triliun.
IHSG bergerak konsolidatif dan rawan aksi profit taking (ambil untung), seiring sentimen dari dalam negeri terkait defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang melebar.
Hal itu, membuat investor mencermati ruang pembiayaan pemerintah, yang cenderung bergantung pada modal asing, terutama melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN).
Selain itu, investor juga mencermati rilis indeks keyakinan konsumen (IKK), dan penjualan otomotif dalam negeri, yang menggambarkan tingkat daya beli masyarakat.
Pergerakan IHSG juga masih dipengaruhi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikaat (AS) dana Venezuela, yang mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan emerging market.
Ketidakpastian global yang meningkat pascapenangkapan Presideen Venezuela, Nicolas Maduro, membuat investor lebih memilih menginvestasikan modal ke emas dan dolar AS.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan melanjutkan koreksi teknikal seperti pada perdagangan keemarin, di kisaran level support 8.850, dan level resistance 8.900. (jea)


