BRIEF.ID – Indeks harga saham di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup mixed dan cenderung stagnan, pada Rabu (28/1/2026).
Bank Sentral AS, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap di level 3,5% – 3,75%, seperti yang diperkirakan. Selain itu, Gubernur The Fed, Jerome Powell menolak untuk membahas apa pun tentang penyelidikan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap bank sentral.
The Fed menyatakan bahwa indikator menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah dan tingkat pengangguran menunjukkan stabilisasi. The Fed memutuskan untuk menghentikan sementara serangkaian penurunan suku bunga, karena sedang mempertimbangkan berbagai hal terkait independensi institusi itu dan menunggu kehadiran pemimpin baru.
Laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar akan dirilis. Microsoft, Meta Platforms, dan Tesla mengumumkan kinerja keuangan pada Rabu (28/1/2026) setelah penutupan pasar saham. Apple akan mengumumkan hasilnya pada Kamis (29/1/2026).
Sementara itu mayoritas indeks di bursa Eropa ditutup melemah di tengah investor mencerna laporan keuangan emiten.
Imbal hasil US 10-year naik lebih dari 2 bps ke level 4,243%, merespon pernyataan The Fed. Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di atas US$ 5,300 per troy ons di tengah permintaan yang kuat terhadap aset safe haven itu.
Namun kenaikan tersebut bertahan setelah keputusan suku bunga The Fed. Harga minyak mentah naik setelah Trump memperingatkan Iran bahwa armada besar sedang menuju ke negara itu dan waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya. (nov)


