Harga Saham di Bursa AS Naik Tipis  

BRIEF.ID – Harga saham di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan tipis, pada  Senin (9/2/2026) setelah reli  di pasar Asia.

Indeks S&P 500 naik 0,5% dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai dua minggu lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 20 poin, atau kurang dari 0,1%, dan indeks Nasdaq Composite naik 0,9%.

Pergerakan yang relatif moderat ini mengikuti lonjakan sebesar 3,9%  indeks Nikkei 225 Jepang ke rekor tertinggi. Saham-saham di Jepang mengalami reli setelah kemenangan telak partai politik pimpinan Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi pada pemilihan parlemen, Minggu (8/2/2026). Diperkirakan hal itu akan memberi Takaichi lebih banyak kekuasaan untuk mendorong reformasi yang akan meningkatkan ekonomi dan pasar.

Di Wall Street, pasar saham AS baru saja mencatatkan hari terbaiknya sejak Mei 2025 untuk menutup pekan lalu, tetapi beberapa kekhawatiran masih membayangi pasar. Itu termasuk kritik bahwa saham-saham telah menjadi terlalu mahal setelah mencapai rekor tertinggi.

Kekhawatiran juga besar mengenai apakah semua pengeluaran besar-besaran oleh perusahaan teknologi besar dan perusahaan lain untuk teknologi kecerdasan buatan akan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membuat investasi tersebut sepadan.

Beberapa pemenang dari lonjakan investasi AI, mendorong pasar naik pada  Senin (9/2/2026). Perusahaan chip, misalnya, naik, dengan Nvidia naik 2,4% dan Broadcom naik 3,3%. Mereka adalah dua kekuatan terkuat yang mendorong S&P 500 naik.

Kroger naik 3,9% setelah perusahaan ritel tersebut menunjuk mantan eksekutif Walmart sebagai kepala eksekutif barunya.

Transocean membalikkan kerugian awal dan naik 5,9% setelah perusahaan pengeboran lepas pantai tersebut mengatakan akan membeli Valaris dalam kesepakatan saham senilai $5,8 miliar. Valaris melonjak 34,3%.

Di sisi lain, yang merugi adalah Hims & Hers,  anjlok 16% setelah Novo Nordisk mengajukan gugatan dan menuduh Hims & Hers secara ilegal menjual versi perawatan penurunan berat badannya. Gugatan ini menyusul langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk membatasi akses terhadap bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meniru obat-obatan penurun berat badan yang populer. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Siapkan Perpres Penghapusan Piutang dan Denda Iuran Jaminan Kesehatan

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu)  Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan,...

Menkeu Purbaya Hadiri Pengucapan Sumpah Thomas Djiwandono

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri...

Kuliah Umum Wamenkeu Suahasil di FEB UI, Generasi Muda Wajib Memahami Ekonomi Makro

BRIEF.ID – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan...

Kasus Dugaan Suap DJKA, KPK Respons Status Hukum Budi Karya Sumadi

BRIEF.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pertanyaan terkait ...