BRIEF.ID – Harga minyak mentah kembali naik hingga di atas US$ 97 per barel dan indeks harga saham di berbagai bursa Asia sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, pada Kamis (9/4/2026) seiring skeptisisme investor atas gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Investor mengamati dengan cermat apakah gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran sudah mulai goyah setelah serangkaian serangan intensif Israel di Lebanon, yang menewaskan dan melukai ratusan orang. Iran kembali menutup Selat Hormuz, sebagai tanggapan atas serangan di Lebanon.
Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,7% menjadi 55.895,32 dan Kospi Korea Selatan turun 1,6% menjadi 5.778,01. Hang Seng Hong Kong turun 0,4% menjadi 25.793,49; indeks Komposit Shanghai turun 0,7% menjadi 3.966,17; indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,2% menjadi 8.973,20; indeks Taiex Taiwan naik 0,3%, dan Sensex India turun 0,8%. Sementara itu, kontrak berjangka AS turun lebih dari 0,2%.
Kenaikan harga minyak membalikkan penurunan sebelumnya karena optimisme atas kesepakatan gencatan senjata sementara. Minyak mentah Brent, standar internasional, naik 2,4% menjadi US$ 97,03 per barel. Sebelumnya sempat turun di bawah US$ 92 per barel setelah pengumuman gencatan senjata sementara. Minyak mentah acuan AS naik 3,1% menjadi US$ 97,30 per barel.
Ketidakpastian mengenai pasokan energi global tetap ada. Selat Hormuz, yang menjadi titik penting untuk transportasi energi tempat seperlima minyak dunia biasanya melewatinya, sebagian besar ditutup meskipun AS berulang kali menuntut agar selat tersebut dibuka kembali.
“Harga minyak kembali naik seiring berlanjutnya pertempuran di Timur Tengah, dan prospek gencatan senjata memburuk, sehingga ketidakpastian seputar Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama,” tulis analis ING Bank, Ewa Manthey dan Warren Patterson, pada Kamis (9/4/2026).
Pembicaraan untuk mengakhiri perang secara permanen dapat dimulai di Pakistan pada hari Sabtu, dan Wakil Presiden JD Vance diperkirakan akan memimpin delegasi AS. Presiden Donald Trump memposting di platform media sosial Truth bahwa militer AS akan tetap berada di sekitar Iran “sampai kesepakatan NYATA yang dicapai sepenuhnya dipatuhi.”
Wall Street ditutup lebih tinggi pada Rabu (8/4/2026) setelah pengumuman Trump tentang gencatan senjata dua pekan dengan Iran pada Selasa (7/4/2026) malam.
Indeks S&P 500 melonjak 2,5% menjadi 6.782,81. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,9% menjadi 47.909,92. Indeks komposit Nasdaq naik 2,8% menjadi 22.635,00.
Menyusul harapan baru akan de-eskalasi perang, saham United Airlines melonjak 7,9% pada hari Rabu, American Airlines naik 5,6%, sementara operator kapal pesiar Carnival melonjak 11,2%, mengurangi kerugian sejak perang Iran dimulai karena kekhawatiran akan kenaikan biaya bahan bakar.
Dalam transaksi lainnya, harga emas dan perak turun. Harga emas turun 0,9% menjadi US$ 4.734,10 per ons. Harga perak turun 1,8% menjadi US$ 74,04 per ons. Dolar AS naik menjadi 158,83 yen Jepang dari 158,57 yen. Euro diperdagangkan pada US$ 1,1668, naik dari US$ 1,1663.


