BRIEF.ID – Harga minyak dunia melemah tajam seiring pasokan yang diperkirakan mengalami surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh I 2026.
Riset Morgan Stanley terbaru menyebut pasokan minyak mentah dari negara-negara penghasil minyak atau OPEC tercatat mencapai 1,6 juta barel per hari memasuki tahun ini.
Sedangkan pasokan minyak mentah dari negara-negara non-OPEC melonjak hingga 2,5 juta barel per hari tahun ini. Sementara permintaan minyak per hari hanya mencapai 900.000 barel per hari, jauh lebih rendah dari tren secara historis.
Terkait dengan itu, kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan khusus militer Amerika Serikat (AS) terhadap pasokan minyak dunia dianggap terlalu dini dan tidak krusial.
“Pasokan minyak mentah dari OPEC dan negara-negara non-OPEC sangat kuat, dan berpotensi mengalami surplus hingga 3 juta barel per hari di paruh I 2026,” demikian pernyataan Morgan Stanley, dikutip Jumat (9/1/2026).
Analis PVM Oil menilai pasokan minyak mentah di Tahun 2026 masih mencukupi, meskipun ada gangguan pasokan dari Venezuela seiring penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Surplus pasokan minyak mentah justru berimbas pada tekanan harga minyak dunia, yang terjadi sejak awal tahun ini. Hal itu terlihat dari harga inyak Brent tyurunb 1,7% ke level US$60,70 per barel, sedangkan WTI AS melemah 2% ke US$57,13 per barel.
“Masih terlalu dini untuk mengukur dampak penangkapan Nicolas Maduro terhadap pasokan minyak dunia. Yang pasti jika AS mencabut embargo, produksi minyak Venezuela berpeluang naik, sehingga harga minyak justru berpeluang tertekan,” demikian analis PVM Oil. (jea)


