Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru Tembus US$4.700 per Troy Ounce Dipicu Polemik Greenland

BRIEF.ID — Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus level US$4.700 per troy ounce pada perdagangan di kawasan Asia hari ini, Selasa (20/1/2026).

Lonjakan harga emas dunia dipicu polemik seputar Greenland, yang mengancam retaknya hubungan kerja sama atau kemitraan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).

Pada penutpan perdagangan di pasar spot asia hari ini, harga emas dunia menguat 0,4% menjadi US$4.696,07 per troy ounce. Sepanjang perdagangan di pasar spot, harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.701,78 per troy ounce.

Kenaikan juga terjadi pada kontrak berjangka emas untuk Februari 2026 sebesar 0,5% menjadi US$4.701,96 per troy ounce ons pada penutupan perdagangan.

Harga logam mulia terus melonjak, seiring perseteruan AS dan UE terkait Greenland. Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan niat AS untuk mengambil alih atau mengendalikan Greenland untuk menghadapi intervensi Tiongkok.

Niat tersebut ditentang negara-negara eropa, yang kemudian mengirimkan pasukan militer untuk memastikan keamanan Greenland, dan menepis kekhawatiiran AS.

Langkah tersebut ditanggapi Trump dengan mengeluarkan ancaman tarif impor sebesar 10% terhadap 8 negara eropa, yang dinilai menentang niat AS mengendalikan Greenland yang saat ini berstatus semi-otonom di bawah kedaulatan Denmark.

Tekanan tersebut ditanggapi UE dengan menjadwalkan pertemuan darurat di Brussels pada hari ini, untuk membahas sikap terkait klaim AS atas Greenland, dan pemberlakuan tarif balasan terhadap AS.

Polemik tersebut mengguncang pasar keuangan global karena kekhawatiran yang memuncak terkait perseteruan AS dan UE, yang dikhawatirkan akan menjadi perang tarif baru.

Dampaknya, investor memilih meminimalisasi risiko dengan menarik modal dari instrumen berisiko, seperti saham dan dolar AS, kemudian beralih ke emas dan perak.

Tak hanya itu, investor global juga cenderung menjual US Treasury atau Obligasi AS karena kenaikan imbal hasil akibat dampak pertikaian AS dan eropa.

Polemik antara AS dan UE yang memanas membuat investor dan pemimpin dunia kini menyoroti even Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) Tahun 2026 di Davos, Swiss, yang belangsung pada 19-23 Januari 2026.

Pada haari ini, Presiden Trump telah bertolak dari AS menuju Davos untuk menghadiri WEF 2026. Meski demikian, belum ada konfirmasi mengenai kemungkinan Trump bertemu dengan para pemimpin negara eropa di even tersebut.

Selain emas, perak dan platinum juga mendapat manfaat dari reli ini, meskipun mereka menghadapi aksi ambil untung pada hari ini. Harga perak spot turun 0,1% menjadi US$94,2890 troy ounce setelah mencapai rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Harga platinum spot turun 0,6% menjadi US$2.361,47 per troy ounce.

Sementara logam industri juga terpengaruh oleh permintaan aset fisik. Harga tembaga acuan berjangka di London Metal Exchange turun 0,4% menjadi US$12.927,58 per ton, yang mendekati rekor tertinggi baru-baru ini. (investing.com/jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pembukaan WEF Davos 2026 Tanpa Kehadiran Klaus Schwab

BRIEF.ID – Pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF)  menarik...

Jual Beli Jabatan di Kabupaten Pati, KPK Amankan Bupati, Camat Hingga Kepala Desa

BRIEF.ID – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi...

Pemimpin Uni Eropa Adakan Pertemuan Darurat Sikapi Ancaman Tarif Impor Trump

BRIEF.ID - Pemimpin Uni Eropa (UE) akan mengadakan pertemuan...

IHSG Menguat Uji Level 9.200 Ditopang Ekspetasi Pembagian Dividen

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...