BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal uji level 8.200 menyusul rebound harga emas dan perak di pasar global.
Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Kamis (5/2/2026) menyebutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 8.200, pivot 8.100, dan support 8.000. Saham-saham yang diunggulkan dalam perdagangan, di BEI di antaranya INCO, INDY, MEDC, BRIS, dan BTPS.
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 8200 pada perdagangan Kamis (5/2/2026),” demikian disebutkan dalam riset itu.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat di level 8.146,717 atau naik 0,297% pada perdagangan, Rabu (4/2/2026). IHSG sempat dibuka dan bergerak melemah, sebelum akhirnya ditutup menguat.
Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan indeks. Secara teknikal, pembentukan histogram negatif MACD cenderung mengecil dan indikator stochastic RSI bertahan di oversold area.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun fiskal 2025 yang menurut konsensus diperkirakan sebesar 5% YoY dari 5,3% YoY di tahun fiskal 2024. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Kuartal IV-2025 diperkirakan sebesar 5,2% YoY dan 1,9% QoQ dari 5,04% YoY dan 1,43% QoQ di Kuartal III-2025.
Investor akan mencermati data retail sales Euro Area bulan Desember 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,3% YoY dari 2% di November 2025 Kamis (5/2/2026). Investor juga menantikan pertemuan ECB yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di 2,15% dan deposit facility rate di 2%.
Pertemuan Bank of England, pada Kamis (5/2/2026) diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunganya tetap di level 3,75%. (nov)


