BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Rabu (4/2/2026) akibat rotasi saham sektor teknologi yang mendorong pelemahan indeks S&P500 dan Nasdaq Composite.
Indeks S&P 500 turun sekitar 0,5 % setelah dipengaruhi pelemahan saham teknologi. Nasdaq Composite juga turun lebih tajam sekitar 1,5 %. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average justru naik sekitar 0,5 % mendampingi sektor lain di luar teknologi.
Penurunan ini mencerminkan performa yang mixed, dengan sektor teknologi masih menjadi faktor utama volatilitas pasar.
Penurunan saham AMD setelah merilis laporan keuangan, juga membebani Nasdaq Composite. Sedangkan indeks Dow Jones menguat ditopang oleh kenaikan saham perusahaan farmasi Amgen. Saat ini, investor juga menganalisis beberapa data pasar tenaga kerja yang lemah, sambil menantikan laporan kinerja keuangan dari Alphabet setelah penutupan pasar.
Sentimen seputar saham perangkat lunak suram akhir-akhir ini, karena investor khawatir akan persaingan dari model AI baru di sektor ini. Investor telah beralih dari saham teknologi yang bernilai tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak disruptif kecerdasan buatan terhadap bisnis perangkat lunak dan analitik yang sudah mapan.
Rotasi dari sektor teknologi ke sektor-sektor yang sebelumnya tertinggal seperti material, barang konsumsi pokok, dan energi terus berlanjut sejak Februari. Sementara itu data ADP Employment meningkat sebesar 22 ribu pekerjaan pada Januari 2026 dari penurunan 37 ribu di Desember 2025, namun di bawah estimasi yang diperkirakan naik 50 ribu.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, naik kurang dari 1 bps ke level 4,276%. Harga emas menguat 2,4% ke level US$ 5.054 per troy ons di pasar spot. Harga emas dan perak melanjutkan reli dengan kenaikan lebih lanjut kemungkinan akan ditentukan oleh arah pergerakan nilai tukar dan ekspektasi suku bunga.
Harga minyak mentah menguat dipicu oleh kembali meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran.


