BRIEF.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) makin melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026), akibat terseret lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS) per September 2026.
Seperti dilansir laman Logam Mulia hari ini, harga emas Antam dibuka turun Rp13.000 menjadi Rp2.561.000 per gram dibandingkan level sebelumnya Rp2.574.000 per gram.
Hal serupa terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) emas Antam, yang juga terpangkas Rp13.000 menjadi Rp2.370.000 per gram dari level Rp2.383.000 per gram pada penutupan perdagangan Rabu (14/10/2026).
Melemahnya harga emas Antam mengikuti pergerakan harga emas dunia di pasar spot, yang ditutup terkoreksi 1,2% ke level US$4.111,7 per troy ounce, sekaligus menjadi harga terendah dalam dua bulan terakhir.
Laporan US Bureau of Labor Statistics mengenai data inflasi AS per September 2026 menjadi sentimen negatif, yang menekan harga emas dunia.
Pada Rabu (14/10/2026) waktu setempat, US Bureau of Labor Statistics melaporkan inflasi AS secara tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 3,7% per September 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi AS per Agustus 2026 sebesar 3,4% (yoy), bahkan lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang sebesar 3,6% (yoy).
“Secara bulanan, inflasi AS per September 2026 ada di 0,6%, dan menjadi inflasi tertinggi dalam lima bulan terakhir,” bunyi pernyataan US Bureau of Labor Statistics, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (15/10/2026).
Sementara inflasi inti (core) AS secara tahunan adalah 2,6% (yoy), lebih tinggi dari posisi Agustus 2026 yang sebesar 2,4% (yoy), dan melebihi proyeksi konsensus pasar yang sebesar 2,5%.
Lonjakan inflasi AS pada September 2026 memicu kekhawatiran pelaku pasar meningkat terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Data CME FedWatch, menunjukkan proyeksi konsensus pasar meningkat dari 22,1% menjadi 31,8% terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed atau Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,00%-4,25% dalam rapat FOMC bulan ini.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga berinvestasi di emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.
Sejumlah analis menilai lonjakan inflasi AS menjadi risiko yang menekan emas, sehingga harga emas dunia berpotensi turun ke level US$3.900 per troy ounce.
Bagi kamu yang ingin berinvestasi di emas batangan atau logam mulia, ada beberapa ketentuan terkait pajak yang perlu kamu ketahui.
Pertama, setiap pembelian emas batangan atau logam mulia disertai dengan bukti potong PPh 22. Untuk transaksi harga jual emas batangan dikenakan potongan pajak, sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017.
Kedua, potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP.
Ketiga, penjualan kembali emas Antam dengan nominal lebih dari Rp 10.000.000, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% untuk non NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam, yang tercatat di laman Logam Mulia, pada Kamis (15/10/2026):
– Harga emas 0,5 gram: Rp1.330.500.
- Harga emas 1 gram: Rp2.561.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.062.000.
- Harga emas 3 gram: Rp7.568.000.
- Harga emas 5 gram: Rp12.580.000.
- Harga emas 10 gram: Rp25.105.000.
- Harga emas 25 gram: Rp62.637.000.
- Harga emas 50 gram: Rp125.195.000.
- Harga emas 100 gram: Rp250.312.000.
- Harga emas 250 gram: Rp625.515.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.250.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.501.600.000. (Jea)


