GLM-5 vs Gemini: Zhipu AI Pesaing Google?

BRIEF.ID – Persaingan model kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) global semakin ketat. Setelah peluncuran Zhipu AI dengan model terbarunya GLM-5, muncul klaim bahwa model ini mampu “mengalahkan Google.” Di sisi lain, Google DeepMind terus mengembangkan seri Gemini sebagai andalannya.

Apakah benar GLM-5 lebih unggul? Tidak sepenuhnya benar. GLM-5 unggul dalam desain MoE efisien dan konteks panjang. Sedangkan, Gemini unggul dalam integrasi ekosistem dan multimodalitas matang.

Seperti diketahui, GLM-5 menggunakan arsitektur Mixture of Experts (MoE) dengan sekitar 700 miliar parameter total atau sekitar 40-50 miliar aktif per inferensi.

GLM-5 dirancang untuk efisiensi komputasi tinggi dan fokus pada agentic AI sehingga mampu menjalankan tugas multi-langkah.

Gemini (Google DeepMind) memiliki arsitektur multimodal seperti teks, gambar, audio, dan video. Platform ini tersedia dalam beberapa versi sesuai kebutuhan, yaitu Ultra, Pro, dan Nano.

Sistem ini juga terintegrasi langsung dengan ekosistem Google seperti, Search, Workspace, dan Android.

Beberapa laporan benchmark independen menunjukkan bahwa GLM-5 mencatat skor tinggi dalam tes matematika dan reasoning kompleks.

Pada sebagian indeks analisis AI open-model, GLM-5 sempat mencetak nilai di atas Gemini Pro.

Namun, Gemini Ultra tidak kalah menariknya. Gemini Ultra tetap sangat kuat di tes reasoning akademik dan kompetisi matematika tingkat lanjut.

Sebab, Google memiliki keunggulan dalam stabilitas dan konsistensi output.

Ada yang menyatakan bahwa GLM-5 kompetitif dan dalam beberapa metrik bisa unggul, tetapi belum secara konsisten mendominasi seluruh kategori reasoning global.

Selain itu dalam generasi dan debugging code, GLM-5 optimal dalam menjalankan pemograman teknis dan biayanya lebih murah untuk level developer independen.

Untuk developer open-source dan riset, GLM-5 menarik. Untuk enterprise global dan integrasi sistem besar, Gemini masih lebih mapan.

Di sisi lain, Gemini Ultra yang terintegrasi dengan Google Cloud dan ekosistem pengembang, mendapat dukungan enterprise kuat dan stabil untuk deployment skala besar.

Dapat dikatakan bahwa GLM-5 tidak mengalahkan Google, tetapi ia adalah pesaing serius yang mempersempit jarak teknologi global.

Dalam beberapa tes tertentu, GLM-5 bisa melampaui model Google. Namun dalam ekosistem komersial dan deployment skala besar, Gemini masih memiliki keunggulan signifikan.

Persaingan ini menunjukkan bahwa peta kekuatan AI dunia tidak lagi didominasi satu kawasan saja,tetapi menjadi arena kompetisi multipolar. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Targetkan Pertumbuhan 8%, Kolaborasi Pemerintah-Dunia Usaha Berperan Strategis

BRIEF.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kolaborasi pemerintah...

Harga Daging Sapi Naik 15% Jelang Ramadan

BRIEF.ID – Di pasaran saat ini, harga daging sapi...

Perayaan Tahun Baru Imlek, IHSG Rawan Profit Taking

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Indeks Wall Street Anjlok, Investor Berburu Saham Terdampak Kerugian AI

BRIEF.ID – Harga saham di bursa Wall Street, New...