ERAL Bukukan Pendapatan 25,1%

BRIEF.ID –  PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 25,1% YoY menjadi Rp 4,29 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25. Kenaikan ini seiring meningkatnya penjualan di hampir seluruh segmen usaha ERAL, kecuali segmen aksesoris, IoT dan lain-lain yang turun sebesar 8,9% YoY menjadi Rp 2,71 triliun di 9M25.

Selain itu, kenaikan pendapatan juga ditopang  adanya segmen baru yaitu otomotif yang mencatatkan penjualan sebesar Rp 225 miliar di 9M25. Hal ini dikarenakan ERAL melalui anak usahanya yakni PT Era Inovasi Otomotif menjadi distributor tunggal merek mobil listrik XPENG sejak awal tahun 2025.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Rabu (28/1/2026), laba usaha ERAL tumbuh terbatas, yakni hanya sekitar 0,4% YoY menjadi Rp 177,6 miliar di 9M25. Pertumbuhan terbatas ini seiring dengan adanya kenaikan beban operasional, terutama disebabkan oleh kenaikan beban penjualan dan distribusi sebesar 126,7% YoY menjadi Rp 364.3 miliar, beban umum dan administrasi naik 50,6% YoY menjadi Rp 230,9 miliar, dan beban operasi lainnya naik menjadi Rp 17,5 miliar pada 9M25 .

Laba bersih ERAL turun 20,8% YoY menjadi Rp 124.5 miliar pada 9M25  seiring  pertumbuhan laba usaha yang terbatas akibat tingginya beban operasional. Selain itu, penurunan laba bersih juga disebabkan  penurunan penghasilan keuangan sebesar 7,1% YoY menjadi Rp13,5 miliar, kenaikan beban keuangan sebesar 126% YoY menjadi Rp15 miliar, dan adanya rugi bersih dari entitas asosiasi dan ventura Bersama sebesar Rp 4,3 miliar pada periode 9M25.

Selain itu,  ERAL juga melakukan transaksi afiliasi berupa penyertaan modal tambahan kepada anak usahanya, PT Era Industri Otomotif (EIDO) pada 23 Desember 2025. Transaksi ini dilakukan untuk mempertahankan kepemilikan Perseroan atas EIDO sesuai ketentuan POJK 42/2020, mengingat ERAL telah memiliki 99,9% saham EIDO sebelum transaksi. Penyertaan modal dilakukan melalui penerbitan 171.001 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp1 juta per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp 171,001 miliar, yang seluruhnya dibiayai dari kas internal Perseroan.

Sementara itu, struktur permodalan EIDO mengalami peningkatan signifikan, di mana modal dasar naik dari Rp 40 miliar menjadi Rp 600 miliar dan modal ditempatkan dan disetor meningkat dari Rp10 miliar menjadi Rp171,001 miliar.

Seluruh saham baru diambil oleh ERAL sehingga kepemilikan Perseroan secara efektif meningkat menjadi 99,9994%, tanpa menimbulkan dilusi maupun perubahan pengendalian. Penguatan permodalan ini mencerminkan kesiapan EIDO  mengembangkan kegiatan usahanya di sektor industri otomotif, kendaraan listrik, baterai EV, dan jasa industri berbasis logam di Indonesia.

Saat ini, saham ERAL diperdagangkan pada PBV 1,09x dan PER 11,30x, lebih rendah dibanding PBV dan PER sub sektor retailing masing-masing di 1,6x dan 12,31x, mencerminkan valuasi yang menarik ditengah pengembangan usaha entitas anak di sektor otomotif, kendaraan listrik, baterai EV, serta jasa industri berbasis logam di Indonesia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Permintaan Rumah Tapak Meningkat, Emiten WINR Bangun Lima Proyek di Jabodetabek

BRIEF.ID – Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) PT...

Emiten CGAS Kembangkan Stasiun CNG di Cikarang

BRIEF.ID - PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) adalah...

Temukan Cadangan Minyak, Valuasi Saham ENRG Makin Menarik

BRIEF.ID – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melalui...

Valuasi Murah, Saham BGTG Belum Didukung Tingkat Profitabilitas Memadai

BRIEF.ID - PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) mencatatkan pendapatan...