Dugaan Fraud Bayangi Kelangsungan Bisnis eFishery

BRIEF.ID – Dugaan fraud membayangi kelangsungan bisnis eFishery, perusahaan rintisan (startup) perikanan dan akuakultur yang digadang-gadang menjadi unicorn.

Dugaan potensi gagal bayar pinjaman di sejumlah bank yang sempat menerpa eFishery, kini berujung pada ketidakpercayaan investor terhadap kelangsungan bisnis perusahaan.

Seperti dilansir Dealstreetasia pada Selasa (28/1/2025), dugaan eFishery yang mengalami fraud menjadi sorotan karena perusahaan ini sebelumnya mampu meyakinkan investor dan mengumpulkan lebih banyak pendanaan daripada semua pesaingnya, yakni Aruna, JALA, DELOS, dan FishLog.

Dengan pendanaan tersebut, e-Fishery diyakini masih memiliki cukup landasan untuk mempertahankan operasinya selama beberapa tahun.

“Tetapi tidak semua investor yakin bahwa menghidupkannya kembali sepadan dengan waktu dan modal yang dikeluarkan,” demikian laporan Dealstreetasia.

Disebutkan, salah satu firma konsultan global telah melakukan penelusuran keuangan dan laporan forensik terkait kondisi e-Fishery akan dirilis dalam 6-8 minggu ke depan.

“Laporan forensik ini, kemungkinan akan memainkan peran yang menentukan tentang masa depan eFishery,” tulis Dealstreetasia.

Terkait dengan dugaan fraud, eFishery menegaskan sudah melunasi semua utang yang ada di bank, dan sudah sudah tidak memiliki utang apapun di bank yang memberikan pinjaman.

Seperti dilansir Kontan, eFishery juga menyatakan bahwa informasi mengenai potensi kredit macet atau adanya hubungan utang yang berisiko oleh perusahaan juga tidak benar.

Seperti diberitakan, setidaknya ada tiga bank yang masih memiliki piutang terhadap eFishery. Ketiga bank tersebut adalah PT Bank DBS Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, dan PT Bank HSBC Indonesia.

Dari ketiga bank tersebut, DBS tercatat g memberikan pinjaman paling besar kepada eFishery dengan nilai mencapai US$32 juta pada 7 Oktober 2022. Pinjaman tersebut merupakan yang pertama dan terbesar bagi eFishery sejak didirikan pada 2013.

Adapun tujuan eFishery dengan pinjaman tersebut untuk  modal kerja guna meningkatkan usaha dan pelayanannya di Indonesia.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Respons Penilaian Moody’s, Pemerintah Harus Segera Atasi Defisit Fiskal

BRIEF.ID - Pemerintah harus segera melakukan langkah nyata mengatasi...

Penilaian Moody’s Lebih Bahaya Dari MSCI, Pemerintah Jangan Anggap Enteng

BRIEF.ID - Pemerintah Indonesia harus waspada dan jangan menganggp...

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk Tahun Fiskal 2025

BRIEF.ID – Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)  mencatatkan...

Indonesia Daily Brief (February 12, 2026)

TOP NEWS Tempo — Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa has...